Breaking News:

Tarif Tol

Setelah Gratis 1 Tahun, Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek Berbayar Mulai 17 Januari 2021, Tarifnya?

Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated dioperasikan sejak 15 Desember 2019 dan hingga kini masih belum dikenakan tarif.

Editor: Fred Mahatma TIS
Warta Kota/Muhammad Azzam
Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated resmi beroperasi, Minggu (15/12/2019). Sejak dioperasikan, ruas tol layang ini belum dikenakan tarif alias gratis hingga saat. Tarif akan diberlakukan mulai Minggu, 17 Januari 2021, pukul 00.00 WIB. 

Dengan harapan pada penanganan pandemi Covid-19 melalui program vaksin, Jasa Marga akan memberlakukan tarif Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated yang sebenarnya telah tertunda selama satu tahun lebih.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Mulai Minggu 17 Januari 2021 pukul 00.00 WIB, PT Jasa Marga (Persero) Tbk akan memberlakukan tarif pada Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated atau jalan tol layang yang terintegrasi dengan Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated dioperasikan sejak 15 Desember 2019 dan hingga kini masih belum dikenakan tarif, sehingga pengguna jalan tol bisa melintasinya secara gratis tanpa dikenakan tarif tambahan.

Pemberlakuan tarif terintegrasi ini sesuai dengan Keputusan Menteri (Kepmen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No. 1524/KPTS/M/2020 tanggal 22 Oktober 2020 tentang Pengintegrasian Sistem Pengumpulan Tol, Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Besaran Tarif Tol Pada Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated.

Baca juga: Catat, Ini Daftar 6 Ruas Tol yang Tarifnya Akan Naik Mulai 17 Januari, dari Tol JORR hingga Gempol

Baca juga: Februari, 6 Ruas Tol Ini akan Dinaikkan Tarifnya Berkisar Rp 500 - Rp 3.000 | Dampak Tarif Tol

Baca juga: Kabar Baik, Tahun Baru 2021 Anda Sudah Bisa Lewati 6 Ruas Tol Baru di Jabodetabek, Ini Daftarnya

Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan, perubahan tarif di wilayah pentarifan Jalan Tol Jakarta-Cikampek adalah karena diberlakukannya tarif Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated yang sistem pengoperasiannya terintegrasi dengan jalan tol tersebut.

“Jadi kami garis bawahi sekali lagi, yang diberlakukan adalah tarif Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated yang pengoperasiannya dengan ruas di bawahnya, bukan penyesuaian tarif dua tahunan sesuai Undang-Undang untuk Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah,” ujar Heru dalam keterangan resminya, Kamis (14/1/2021).

Baca juga: Daftar Harga Emas Antam Hari Ini, Turun Rp 10.000 per Gram Dibanding Kemarin

Baca juga: Sediakan Kursi Karantina Penumpang Terindikasi Covid-19, Ini Deretan Prokes yang Diterapkan Citilink

Dipaparkan, walaupun Kepmen PUPR telah diterima sejak beberapa bulan lalu, Jasa Marga belum melakukan penyesuaian tarif dengan pertimbangan kondisi pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) yang masih berlangsung.

Saat ini, dengan harapan pada penanganan pandemi Covid-19 melalui program vaksin, Jasa Marga akan memberlakukan tarif Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated yang sebenarnya telah tertunda selama satu tahun lebih.

Baca juga: Tanpa Pembebasan Lahan Tol Layang AP Pettarani Siap Operasi, Tol Layang Pertama di Luar Pulau Jawa

Baca juga: Jasa Marga Bakal Berlakukan Tarif Terintegrasi Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Jalan Tol Layang

Pengaruhi kelancaran

Sementara itu, Direktur Utama PT Jasamarga Jalan layang Cikampek (JJC) Vera Kirana menambahkan, dengan penambahan kapasitas dari 4 lajur menjadi 6 lajur per jalurnya mempengaruhi kelancaran keseluruhan ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

“Pendistribusian kapasitas di Jakarta-Cikampek karena adanya pemisahan perjalanan jarak jauh dan jarak dekat tersebut itulah yang juga mempengaruhi peningkatan kecepatan rata-rata yang saat ini dirasakan oleh seluruh pengguna jalan, baik jarak jauh maupun jarak pendek,” kata Vera.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved