Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Minggu Depan, Satgas Covid-19 Kota Depok Sidak Perusahaan yang Melanggar WFH

Satgas Covid-19 Kota Depok segera melakukan pengawasan di lapangan terkait penerapan pembatasan dan kegiatan usaha.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Max Agung Pribadi
Tribunnews
Ilustrasi -- Pemerintah mulai berlakukan pembatasan kegiatan masyarakat Jawa Bali 11-25 Januari, Satgas Covid-19 mengeluarkan aturan baru untuk bepergian 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok Dadang Wihana mengatakan, pihaknya segera melakukan pengawasan di lapangan terkait penerapan pembatasan dan kegiatan usaha.

Kebijakan tersebut tertuang dalam surat keputusan Wali Kota Depok Nomor 443/17/Kpts/Dinkes/Huk/2021 dan keputusan Wali Kota Depok Nomor 443/18/Kpts/Dinkes/Huk/2021.

SK tersebut mengatur pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat, dimulai tanggal 11 hingga 25 Januari 2021. 

Baca juga: Soal Usulan 75 persen WFH, Pimpinan Dewan : Kami Cek Selandai Apa Kasus Covid-19 di Jakarta

Antara lain pelaksanaan bekerja dari rumah atau work form home (WFH) yang memiliki persentase sebesar 75 persen bagi kantor atau tempat kerja, baik pemerintah maupun swasta. 

"Dalam minggu depan kita akan diadakan sidak (inspeksi mendadak) yang akan dilakukan oleh Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah)," papar Dadang kepada wartawan di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Kampus UI Depok, Jawa Barat, Kamis (14/1/2021).

Sidak tersebut dikatakan Dadang untuk mengecek penerapan terhadap peraturan yang telah dikeluarkan oleh Wali Kota Depok tersebut.

Baca juga: UPDATE Covid-19 Depok Minggu (27/12/2020): Positif Covid-19 Naik Tinggi 461 Kasus, Sembuh 313 Orang

"Terutama di dalam pelaksaan WFH (work from home), jadi kalau nanti kita lihat masih ada antrean-antrean di perbankan, antrean-antrean itulah yang tidak di perkenankan baik swasta maupun negeri, itu WFH 70 persen," kata Dadang.

Dengan diberlakukannya SK yang baru berlangsung pada 11 Januari lalu, Dadang mengatakan pihaknya belum bisa memaparkan tingkat kedisiplinan terhadap kebijakan tersebut.

"Belum bisa dipastikan (tingkat kepatuhan masyarakat) karena ini kan (SK) baru tiga hari ya (berlakunya). Masih harus kita evaluasi dulu. Tapi kalau restoran, rumah makan sudah hampir amsemuanya mengikuti aturan ya," tuturnya.

Baca juga: 6 Fakta Kerumunan Massa di Waterboom Cikarang, Satgas Covid-19 Sayangkan Diskon Harga Tak Koordinasi

Tingkat kejenuhan warga akan situasi pandemi Covid-19 serta era kebiasaan normal, menjadi hal yang turut diperhatikan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok.

Menurutnya, untuk bisa membuat masyarakat patuh pada kebijakan tersebut, dibutuhkan sosialisasi lanjutan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved