Breaking News:

Berita Daerah

Kondisi Cuaca Buruk, Garuda dan Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Supadio Dialihkan ke Kota Lain

Kondisi cuaca buruk membuat dua penerbangan gagal mendarat di Bandara Supadio Pontianak, hanya satu yang berhasil masuk selamat.

Editor: Dian Anditya Mutiara
Dok Humas Angkasa Pura II
Ilustrasi -- Pesawat Garuda Indonesia dan Lion Air gagal mendarat di Bandara Supadio di Pontianak akibat cuaca buruk dan dialihkan ke Palembang dan Batam 

"Karena faktor cuaca ada pesawat Lion divert ke Batam, yang kedua pesawat Garuda divert ke Palembang,," kata Eri.

Selain dua pesawat itu, satu pesawat lainya milik Sriwijaya Air juga hampir mengalami hal serupa, namun akhirnya berhasil landing di Bandara Supadio.

Dalam hal inipun kata Eri, divert atau Return To Base (RTB) adalah hal yang lumrah, guna mengutamakan faktor keselamatan penerbangan.

"Tadi ada yang sempat landing yakni Sriwijaya, karena cuaca tadi sempat terang sedikit, jadi dia sempat landing," imbuhnya.

Baca juga: Akibat Kebijakan Rapid Test Antigen, Refund Pembelian Tiket Pesawat Garuda Indonesia Meningkat Tajam

Dijelaskanya, kebijakan yang diambil yang diakibatkan cuaca seperti ini, karena mempertimbangkan beberapa faktor, seperti visibility atau jarak pandang yang memang dibawah standar keselamatan penerbangan, serta faktor angin yang kencang.

"Saat cuaca kurang baik tadi pesawat Sriwijaya Air sempat landing. Itu karena cuacanya sempat terang sedikit dan jarak pandang sempat memenuhi standar.

Sementara itu pesawat Batik Air sempat holding. Kalau sudah begitu ada keputusan apakah akan landing atau divert," jelasnya.

Tangkapan layar www.flightradar24.com via tribun pontianak
Tangkapan layar www.flightradar24.com Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Rabu 13 Januari 2021 malam WIB.

Ia menyebutkan faktor cuaca ada beberapa, salah satunya karena angin atau visibility atau jarak pandang yang memang di bawah standar sehingga bisa mengganggu keselamatan penerbangan.

"Kalau cuaca itukan pasti dunia penerbangan mengacunya ke BMKG.

Kalau kita melihat secara visual kita tidak bisa menilai.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved