Virus Corona

Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Naik 130 Persen Dalam Dua Bulan, Ini Penyebabnya

Kasus aktif merupakan total dari pasien yang masih menjalani perawatan dan isolasi, baik itu dalam keadaan kritis, sedang, dan tak bergejala.

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews/Dany Permana
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Doni Monardo berbincang dengan redaksi Tribun Network di Jakarta, Senin (7/9/2020). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengungkapkan, terjadi peningkatan kasus aktif hingga 130 persen di Indonesia.

Dia mengatakan, kenaikan tersebut terjadi dalam waktu 2 bulan saja.

Di awal November 2020, kasus aktif di Indonesia masih ada di kisaran 54 ribu kasus.

Baca juga: Masih Sesak Napas, Rizieq Shihab Dipindahkan ke Rutan Bareskrim

Namun kini naik menjadi 129 ribu kasus lebih.

Hal itu ia sampaikan saat rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Kamis (14/1/2021).

"Dalam kurun waktu 2 bulan lebih Bapak Pimpinan, terjadi peningkatan 130 persen."

Baca juga: Okky Bisma Sosok Humoris, Suka Bercanda Saat Rekannya Sesama Kru Sriwijaya Air Sedang Stres

"Sehingga angka itu menjadi 129 ribu yang tadi kami laporkan, dan tentunya ini tidak boleh membuat kita lengah," kata Doni

Kasus aktif merupakan total dari pasien yang masih menjalani perawatan dan isolasi, baik itu dalam keadaan kritis, sedang, dan tak bergejala.

"Pada periode minggu kedua awal November kasus aktif kita berada pada posisi yang terendah sepanjang 10 bulan terakhir, yaitu 12,12 persen."

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Butuh Anggaran Hingga Rp 75 Triliun, Pemerintah Kejar 108 Juta Dosis Gratis

"Dengan angka akumulasi mencapai 54 ribu orang."

"Artinya 54 ribu warga negara kita yang terpapar Covid-19 dalam kondisi tanpa gejala ringan, gejala sedang, berat dan kritis," paparnya.

Kepala BNPB itu menjelaskan faktor kenaikan diakibatkan selain efek libur akhir tahun, juga bisa jadi karena faktor jenuh dari masyarakat.

Baca juga: MK Tolak Gugatan Rizal Ramli Soal Presidential Threshold, Pemohon Dianggap Tak Rugi

"Selama 2 bulan terakhir ini kemungkinan besar selain libur panjang adalah faktor kejenuhan, kelelahan, dan juga berbagai faktor lainnya yang menembus batas psikologis."

"Masyarakat kita ada kecenderungannya mulai menganggap abai terhadap protokol kesehatan," ulasnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved