Breaking News:

Pengeroyokan

Bacok Pengamen hingga Tewas, Lima Pemuda Pelaku Pembacokan Ditangkap, Seorang Ditembak Berusaha Lari

Bacok pengamen hingga tewas, lima pemuda pelaku pembacokan ditangkap, seorang ditembak saat berusaha melarikan diri

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Bacok Pengamen hingga Tewas, Lima Pemuda Pelaku Pembacokan Ditangkap, Seorang Ditembak Berusaha Lari. Tampak jajaran Polsek Cilincing saat rilis ungkap kasus pembacokan pengamen hingga tewas oleh sekelompok pemuda di Cilincing, Jakarta Utara. 

Bacok pengamen hingga tewas, lima pemuda pelaku pembacokan ditangkap, seorang ditembak saat berusaha melarikan diri

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Junianto Hamonangan

WARTAKOTALIVE.COM, CILINCING - Lima pemuda masing-masing berinisial SF, DD, ID, MK, dan ER ditangkap setelah mengeroyok dua pengamen, Saipul Anwar (22) dan Juhendra (23) dimana satu di antaranya hingga tewas.

Pihak Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Guruh Arif Darmawan menceritakan aksi pengeroyokan itu terjadi di Jalan Barkah RT 001, RW 014, Kalibaru, Cilincing Jakarta Utara, Minggu (10/1/2021). 

Peristiwa pengeroyokan tersebut bermula dari dendam para pelaku dimana keponakan pelaku utama pembacokan, SF telah dibacok korban Saepul sebelum kejadian.

"Kemudian keempat tersangka berkumpul untuk mencari keberadaan korban," jelas Guruh, Kamis (4/1/2021).

Setelah melakukan pencarian, kedua korban kedapatan sedang melintas di gang Al Barkah.

Mengetahui hal itu, tersangka SF lalu meminjam sebilah celurit kepada tersangka ER. 

Bermodalkan sepeda motor, para tersangka lalu mengejar korban hingga terjatuh.

Tanpa butuh waktu lama, korban pun dibacok hingga tewas setelah mengalami luka pada tubuhnya. 

“Korban tewas setelah mengalami luka bacokan pada bagian kepala dan punggung,” ungkapnya. 

Sementara itu teman korban, Juhendra hanya mengalami luka bacok di punggung dan harus menerima 14 jahitan.

"Setelah korban meninggal para tersangka melarikan diri," kata Guruh.

Tidak lama berselang, anggota Unit Reskrim Polsek Cilincing lalu memburu para pelaku usai mendapati laporan adanya pembacokan. 

"Setelah memeriksa para saksi, diperoleh keterangan pelaku pengeroyokan tersebut 4 orang laki laki bernama SF, DD, ID, dan MK," katanya.

Ketiga tersangka diciduk aparat yang dipimpin Kanit Reskrim AKP P Hasiholan Siahaan di rumah di kawasan Cilincing, Jakarta Utara. 

Tersangka ER yang berperan meminjamkan satu buah celurit kepada SF juga ikut digelandang ke Polsek Cilincing dari kediamannya.

Sementara pelaku SF ditangkap di Majalengka, Jawa Barat.

“Tersangka SF yang merupakan pelaku utama terpaksa diambil tindakan tegas terukur pada kakinya karena berusaha melarikan diri,” ucapnya.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 170 ayat (2) ke 3 KUHP dan atau Pasal 358 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP dengan ancaman penjara paling lama lima tahun.

Merasa Ditipu saat Beli Kabel Listrik, Seorang Pria Bacok Penipunya hingga Tangannya Putus

Seorang pria berinisial SN (37) luka parah setelah tangan kirinya dibacok dengan senjata tajam setelah terlibat cekcok di depan Pasar Kenari

Seorang pria berinisial SN (37) luka parah setelah tangan kirinya dibacok dengan senjata tajam setelah terlibat cekcok di Jalan Kramat Raya depan Pasar Kenari, Jakarta Pusat, Selasa (5/1).

Dalam aksi ini pelaku pembacokan, SL langsung diamankan warga dan telah dibawa ke Polsek Senen terkait perbuatannya tersebut.

Aksi ini pun juga sempat viral di beberapa media sosial.

Pihak Kasat Reskrim AKBP Burhanudin mengatakan peristiwa itu terjadi pada pukul 12.40 WIB di Depan Rumah Makan Pondok Kenari 88, Senen, Jakarta Pusat. 

Ketika itu, pelaku PL datang ke Pasar Kenari untuk mencari korban SN.

Sebab pelaku merasa ditipu usai membeli daganganya yaitu kabel listrik.

"Jadi pelaku datang ke TKP untuk mencari korban karena merasa ditipu sebelumnya telah membeli sekun kabel di pasar kenari.

"Kemudian pelaku datang menagih untuk mengembalikan uang miliknya tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, AKBP Burhanudin, Selasa (5/1/2021).

Setelah menuntut untuk mengembalikan uang, karena merasa ditipu oleh korban, pelaku yang saat itu membawa sebilah goloh di balik bajunya, langsung mengeluarkan sajam tersebut.

Pelaku yang sudah kesal akan perbuatan korban pun, mengayunkan golok yang dibawa ke arah tangan kiri korban hingga putus.

Setelah itu korban pun tersungkur bersimbah darah.

Korban yang saat itu terkena sabetan sajam, saat itu pelaku pun langsung ke arah sepeda motor miliknya dan berteriak 'Orang Pelembang Saya, Siapin yang Melawan Akan Saya Bunuh.

"Setelah mendapatkan laporan. Unit III Resmob ke Polres Metro Jakarta Pusat langsung menuju lokasi dan berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti," ujarnya.

Saat ini, Polres Metro Jakarta Pusat masih menyelidiki kasus tersebut dan meminta keterangan pelaku atas kejadian itu.

Hanya saja informasi dari beberapa saksi jika korban kerap melakukan penipuan terhadap pelanggannya.

"Korban biasa dipanggil eman, sering melakukan penipuan kepada para konsumen yang akan berbelanja di pasar kenari mas dengan menawarkan barang, dan pedagang toko sudah banyak yang resah dengan aksi korban," ucapnya. (JHS/JOS)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved