Breaking News:

Ribuan Tenaga Kesehatan di Jakarta Utara Terima Vaksi Mulai Rabu 14 Januari 2021

Pemprov DKI Jakarta mengutamakan vaksinasi untuk tenaga kesehatan dan tokoh masyarakat pada tahap pertama

Warta Kota
Pelayanan tes rapid antigen bagi petugas dan relawan di Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Senin (11/1/2021) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Yudi Dimyati mengatakan, vaksinasi Covid-19 tahap pertama di wilayah Jakarta Utara dimulai Kamis (14/1/2021) dan menyasar 13.000 tenaga kesehatan (nakes).

“Vaksinasi dilaksanakan bertahap. Mereka yang akan divaksinasi sebesar 80 persen adalah tenaga medis yang bertugas di Jakarta Utara,” ungkap Yudi, Rabu (13/1/2021). Yudi mengungkapkan tenaga medis yang dapat vaksinasi Covid-19 terdiri dari dokter, perawat, hingga tenaga terampil di fasilitas kesehatan seperti administrasi hingga sekuriti.

Menurut Yudi, 13.000 tenaga medis yang akan divaksinasi Covid-19 secara bertahap tersebut merupakan 80 persen dari tenaga medis yang bertugas di Jakarta Utara. “Mereka sudah melewati proses skrining sebagai calon penerima vaksin,” kata Yudi. Calon penerima vaksinasi Covid-19 tersebut kini tengah menginput nomor atau kode registrasi yang didapat lewat SMS dari BPJS Kesehatan ke dalam aplikasi PeduliLindungi.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di RSU Kota Tangsel Berlangsung 2 Sesi Setiap Hari Kerja

Baca juga: Ribka Tjiptaning Tolak Divaksin Sinovac, Fraksi PDIP: Ditertibkan Jika Tidak Searah dengan Partai

“Dalam aplikasi ini, calon penerima vaksinasi ini dibebaskan untuk memilih jadwal dan lokasi faskes yang diinginkan,” sambungnya. Yudi mengatakan jumlah fasilitas kesehatan yang melayani vaksinasi Covid-19 di Jakarta Utara ada sebanyak 82 lokasi.

Sementara, di Jakarta Pusat tercatat ada 32.000 nakes yang akan menerima vaksin Covid-19 tahap pertama. Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, Erizon Safari mengatakan Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah mendidistribusikan vaksin untuk Jakarta Pusat. “Jumlah vaksin itu masih kurang untuk nakes. Tapi kita tahu ini baru tahap pertama pendistribusian tahap pertama,” katanya.

Menurut Erizon tidak semua naskes disuntikkan vaksin. Sebab ada beberapa ketentuan bagi nakes yang menerima vaksin Covid-19 itu. Di antaranya tidak memiliki riwayat penyakit darah tinggi. “Kalau dia sudah pernah kena Covid-19 tidak dapat vaksin, terus ada penyakit penyerta seperti darah tinggi, kencing manis. Yang jelas kita akan sortir dulu nakes seperti apa yang bisa dapat vaksin,” ucap Erizon.

Baca juga: VIDEO Penyelam TNI AL Temukan Velg Roda Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Hingga KTP Diduga Milik Korban

Baca juga: Penyelam Temukan Velg Roda Sriwijaya Air SJ-182, Diserahkan Langsung ke Basarnas

Pemprov DKI Jakarta mengutamakan vaksinasi untuk tenaga kesehatan dan tokoh masyarakat pada tahap pertama. Tercatat ada sekitar 60.000 tenaga kesehatan dan 20 tokoh masyarakat yang akan divaksinasi sebanyak dua kali, pada Jumat (15/1/2021) dan awal Februari 2021.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, pemerintah daerah telah mendapatkan vaksin Sinovac dari pemerintah pusat sebanyak 120.040 dosis. Pemerintah daerah sengaja lebih dulu menyasar tenaga kesehatan, karena mereka kelompok rentan terhadap penularan akibat menangani pasien dengan berbagai keluhan.

“Kami menerima 120.040 dosis dan sesuai dengan arahan dari Bapak Menteri Kesehatan, bahwa harus dipastikan 120.040 dosis tadi aman diberikan untuk dua kali pemberian,” kata Widyastuti. Menurutnya, berdasarkan ketentuan yang ada bahwa jadwal vaksinasi antara yang pertama dan kedua harus diberi jeda waktu selama dua pekan.

Baca juga: Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim Sebut Kawasan Situ Gede Bakal Jadi Pusat Penelitian Supra Alam

Baca juga: DKI Utamakan Vaksinasi 60.000 Tenaga Kesehatan Hingga 20 Tokoh Masyarakat

“Kalau merujuk dari angka 120.040 dosis dan harus aman untuk dua kali pembelian, kan vaksin Sinovac ini diberikan sebanyak dua kali kepada satu orang. Jarak permberian pertama ke pemberian ke dua adalah dua minggu,” jelas Widyastuti.

Widyastuti mengungkapkan, awalnya jumlah total tenaga kesehatan yang ada di Jakarta sekitar 121.000 orang. Mereka bertugas di sejumlah fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah maupun lembaga vertikal seperti Kementerian Kesehatan, TNI dan Polri.

Namun beberapa bulan lalu, DKI merekrut tenaga kesehatan untuk membantu menangani wabah Covid-19. Rekrutmen tenaga kesehatan itu membuat jumlahnya bertambah di kisaran 131.000 orang. “Jadi, kami harus menyiapkan dulu 60.000 ribu nakes (tenaga kesehatan) untuk diberikan (vaksin) tahap awal pada 15 Januari, berikutnya direncanakan di bulan Februari,” imbuhnya.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved