Breaking News:

Pungutan Liar Bansos Covid-19 Terus Terjadi, Alasannya Uang Lelah Pengurus Warga yang Membagikan

Beredar viral di media sosial sejumlah pengurus RT dan RW memotong bantuan sosial bagi warga kurang mampu terdampak Covid-19.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Max Agung Pribadi
Humas KPK
Dari kiri-kanan. Deputi Penindakan KPK Karyoto, Ketua KPK Firli Bahuri, dan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Minggu dini hari terkait penetapan lima tersangka korupsi berupa penerimaan sesuatu oleh Penyelenggara Negara atau yang mewakilinya di Kementerian Sosial RI terkait bantuan sosial (Bansos) untuk wilayah Jabodetabek 2020. 

Namun sampai berita ini dimuat Ahmad belum membalas juga mengangkat telepon awak media.

Sebelumnya, melalui Instastory pada Senin (11/1/2021) lalu, akun instagram @berita.terupdate telah menginformasikan adanya pungli di sejumlah titik di Duri Kosambi, Jakarta Barat.

Dari laporan itu, polisi langsung monitoring dan mengecek kebenarannya.

Baca juga: Bansos Rp300.000 Per Bulan Sudah Disalurkan, Ini Cara Cek Nama dan Mencairkan di dtks.kemensos.go.id

Sementara itu Kapolsek Cengkareng, Kompol Egman mengaku telah menyelidiki informasi itu.

Ia mengakui pihaknya telah monitoring pungutan Bansos ini.

Saat ini pihaknya tengah koordinasi dengan Bimas untuk memeriksa kejadian yang terjadi di Duri Kosambi itu.

Baca juga: Agar Tepat Sasaran, PT Pos Indonesia juga akan Cek Kondisi Rumah Penerima Saat Salurkan Bansos Tunai

“Sudah saya monitoring, hebohnya sejak Senin kemarin,” tegas Egman singkat.

Diketahui sejak awal Pandemi Covid-19 masalah Bansos kerap menjadi polemik. Bahkan masalah itu hingga menyeret mantan Menteri Sosial Juliari Batubara.

Politisi PDIP itu ketahuan menyunat Bansos sebesar Rp10 ribu perpaketnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved