Info DPD RI

Ketua DPD RI: Pasar Digital dengan Kearifan Lokal Bisa Jadi Sentra Pemulihan Ekonomi Rakyat

Revitalisasi pasar diharapkan jadi sentra pemulihan ekonomi masyarakat pasca pandemi Covid-19. Salah satunya dengan menggunakan teknologi digital.

Istimewa
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti berbincang dengan pedagang ketika mengunjungi salah satu pasar rakyat. LaNyalla sangat mendukung adanya program revitalisasi dan pembangunan pasar rakyat yang bisa menjadi sentra pemulihan ekonomi masyarakat pasca pandemi covid-19. 

“Di Mojokerto, atas inisiasi wali kota, pasar rakyat sudah menggunakan pendekatan digitalisasi. Semua menu di pasar ada di genggaman smartphone, sehingga tatap muka dikurangi...”

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti memberikan dukungan untuk program revitalisasi dan pembangunan pasar rakyat.

Hal ini karena pasar dinilai akan menjadi sentral dalam pemulihan ekonomi masyarakat pasca pandemi Covid-19.

Menurut LaNyalla, program revitalisasi dan pembangunan pasar rakyat adalah bagian dari implementasi RUU Ciptaker, khususnya pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

"Pasar adalah pusat perputaran ekonomi masyarakat. Banyak uang yang berbedar di sana. Untuk itu, revitalisasi harus dilakukan. Pasar harus menjadi sentral pemulihan ekonomi masyarakat pasca pandemi nanti," tuturnya, Selasa (12/1/2021).

"Namun, faktor keamanan harus diperhatikan. Sehingga pasar tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Itulah pentingnya dilakukan revitalisasi," tandas LaNyalla.

Baca juga: Awas Spionase, Ketua DPD RI: Usut Pemilik Drone Bawah Laut di Selayar dan Evaluasi Sistem Pertahanan

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 Tertinggi di ASEAN, Ini Rekomendasi Ketua DPD RI LaNyalla

Pasar Digital

Salah satu caranya, lanjutnya, adalah menggunakan teknologi digital, seperti pasar digital yang sudah berjalan di Kota Mojokerto, Jawa Timur.

“Di Mojokerto, atas inisiasi wali kota, pasar rakyat sudah menggunakan pendekatan digitalisasi. Semua menu di pasar ada di genggaman smartphone, sehingga tatap muka dikurangi,” paparnya.

LaNyalla pun berharap revitalisasi yang dilakukan tetap memperhatikan kearifan lokal.

Sebab, pasar dengan nuansa kearifan lokal menunjukkan perhatian pemerintah kepada rakyat.

Baca juga: Ini Survei Kesiapan Umat Beragama atas Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Belasan Ribu Tenaga Medis Jakarta Utara Divaksin Covid-19 Sinovac Besok, Kasudinkes: Secara Bertahap

Salah satu pasar yang direvitalisasi pemerintah melalui Kementerian PUPR adalah Pasar PON Trenggalek, Jawa Timur.

Revitalisasi sudah selesai dilakukan pada akhir tahun 2020.

"Pedagang harus bisa memanfaatkan pasar hasil revitalisasi ini dengan sebaik-baiknya. Karena dengan cara inilah pemulihan ekonomi bisa lebih cepat terjadi, tentu dengan memperhatikan protokol kesehatan, dan menggunakan pendekatan teknologi,” ujar senator asal Dapil Jawa Timur itu.

Baca juga: Apple Watch Series 6 dan Apple Watch SE di Indonesia Dibanderol Mulai Rp 5 Jutaan, Ini Keunggulannya

Baca juga: Teka-teki Reno5 yang Dirahasiakan Terungkap, Mengapa Hanya Oppo Reno5 yang Dirilis? Ini Jawaban Oppo

Baca juga: Hari Ini Pre-order Dimulai, Oppo Reno5 RAM 8/128 GB, Ini Harga, Keunggulan, dan Spesifikasi Lengkap

Sudah 7 pasar direvitalisasi

Di tempat terpisah, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, revitalisasi dan pembangunan pasar tradisional dilakukan agar pemulihan ekonomi pasca Pandemi Covid-19 dapat berjalan lebih cepat.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved