Breaking News:

DKI Utamakan Vaksinasi 60.000 Tenaga Kesehatan Hingga 20 Tokoh Masyarakat

Pemerintah daerah sengaja lebih dulu menyasar tenaga kesehatan, karena mereka kelompok rentan terhadap penularan

Wartakotalive.com
Ilustrasi tenaga medis menangani pasien Covid-19. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta akan mengikuti langkah Presiden RI Joko Widodo soal vaksinasi Covid-19. Tercatat ada sekitar 60.000 tenaga kesehatan dan 20 tokoh masyarakat yang akan menjalani vaksin buatan Sinovac pada Jumat (15/1/2021).

“Alhamdulillah Pak Presiden sudah divaksin, ini membuktikan dan menandakan bahwa program vaksinasi nasional berjalan sesuai harapan,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI pada Rabu (13/1/2021). Ariza mengatakan, Pemprov DKI Jakarta sangat menyambut baik program vaksinasi yang dicanangkan pemerintah pusat. DKI Jakarta bakal menindaklanjuti kebijakan serupa pada Jumat (15/1/2021).

“Kami akan laksanakan di Jakarta mulai Jumat (15/1/2021). Jadi melaksanakan vaksinasi mulai dari tokoh, teman-teman sektor kesehatan dan lain-lain,” ujarnya. “Mudah-mudahan masyarakat Jakarta tidak hanya senang dan mendukung tapi terlibat aktif dan bersedia divaksin,” tambahnya.

Baca juga: Kelompok Jihadis HTS dan ISIS Terlibat Saling Gempur di Suriah Utara Dekat Perbatasan Turki

Baca juga: Menpora Zainudin Amali Batalkan Kunjungan Ke Sirkuit Mandalika Karena Harus Menghadap Komisi X DPR

Disebutkan, Pemprov DKI Jakarta mendapatkan 120.040 dosis vaksin Sinovac dari Kementerian Kesehatan. Pemerintah daerah sengaja lebih dulu menyasar tenaga kesehatan, karena mereka kelompok rentan terhadap penularan akibat menangani pasien dengan berbagai keluhan.

Pemprov DKI Jakarta mengutamakan vaksinasi untuk tenaga kesehatan dan tokoh masyarakat pada tahap pertama. Tercatat ada sekitar 60.000 tenaga kesehatan dan 20 tokoh masyarakat yang akan divaksinasi sebanyak dua kali, pada Jumat (15/1/2021) dan awal Februari 2021.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, pemerintah daerah telah mendapatkan vaksin Sinovac dari pemerintah pusat sebanyak 120.040 dosis. Pemerintah daerah sengaja lebih dulu menyasar tenaga kesehatan, karena mereka kelompok rentan terhadap penularan akibat menangani pasien dengan berbagai keluhan.

“Kami menerima 120.040 dosis dan sesuai dengan arahan dari Bapak Menteri Kesehatan, bahwa harus dipastikan 120.040 dosis tadi aman diberikan untuk dua kali pemberian,” kata Widyastuti. Menurutnya, berdasarkan ketentuan yang ada bahwa jadwal vaksinasi antara yang pertama dan kedua harus diberi jeda waktu selama dua pekan.

Baca juga: Ini Harapan Wagub DKI Mengenai Penyebab Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air

Baca juga: DKI Lampaui Standar WHO Soal Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19

“Kalau merujuk dari angka 120.040 dosis dan harus aman untuk dua kali pembelian, kan vaksin Sinovac ini diberikan sebanyak dua kali kepada satu orang. Jarak permberian pertama ke pemberian ke dua adalah dua minggu,” jelas Widyastuti.

Widyastuti mengungkapkan, awalnya jumlah total tenaga kesehatan yang ada di Jakarta sekitar 121.000 orang. Mereka bertugas di sejumlah fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah maupun lembaga vertikal seperti Kementerian Kesehatan, TNI dan Polri.

Namun beberapa bulan lalu, DKI merekrut tenaga kesehatan untuk membantu menangani wabah Covid-19. Rekrutmen tenaga kesehatan itu membuat jumlahnya bertambah di kisaran 131.000 orang. “Jadi, kami harus menyiapkan dulu 60.000 ribu nakes (tenaga kesehatan) untuk diberikan (vaksin) tahap awal pada 15 Januari, berikutnya direncanakan di bulan Februari,” imbuhnya.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved