Breaking News:

Buronan KPK

Boyamin Saiman Kembali Meyakini Harun Masiku Sudah Meninggal, Kemungkinan Besar Dibunuh

Menurut Boyamin, informannya yang berasal dari lembaga intelijen itu mengakses beberapa jalur untuk mengetahui keberadaan Harun Masiku.

Istimewa
Koordinator MAKI Boyamin Saiman meyakini Harun Masiku sudah meninggal. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman kembali meyakini Harun Masiku, tersangka kasus suap pergantian antar-waktu (PAW) anggota DPR 2019-2024, telah meninggal dunia.

Dugaan tersebut disampaikan oleh Boyamin saat berbincang dengan jurnalis senior Karni Ilyas di akun Youtube Karni Ilyas Club. Dalam video itu, Boyamin mendapatkan info tersebut dari beberapa pensiunan di lembaga intelejen.

"Dari jaringan saya bang, mengatakan bahwa itu sudah meninggal."

Baca juga: Jadi Pelajaran Mahal, Jokowi Instruksikan Tragedi Seperti SJ 182 Jangan Sampai Terulang

"Tanda kutipnya tidak tahu seperti apa."

"Nah, jaringan terbaik saya loh ya."

"Jujur ada beberapa pensiunan di lembaga intelijen."

Baca juga: Masih Pandemi Covid-19, Komisi III DPR Takkan Kunjungi Rumah Calon Kapolri

"Beberapa itu mengatakan ke saya, mengatakan itu sudah meninggal."

"Dan saya yakin karena tidak ada informasi sebaliknya kan?"

"Kalau bicara keyakinan kan boleh," papar Boyamin.

Baca juga: KNKT Duga Mesin Pesawat SJ 182 Masih Hidup Hingga Membentur Air, 3 Temuan Ini Jadi Dasarnya

Menurut Boyamin, informannya yang berasal dari lembaga intelijen itu mengakses beberapa jalur untuk mengetahui keberadaan Harun Masiku.

Hasilnya, ada dua informan yang mengatakan tersangka telah meninggal dunia.

"Saya coba maksimalkan cari informasi itu, dan ada satu dua orang yang mengatakan."

Baca juga: Politikus PDIP Ribka Tjiptaning Menolak Divaksin Covid-19, Rela Jual Mobil untuk Bayar Sanksi

"Yang pensiunan itu yang mengakses ke beberapa jalur itu mengatakan sudah tidak ada. Yang saya pahami sudah meninggal," paparnya.

Boyamin kemudian ditanya Karni Ilyas ihwal bagaimana cara Harun Masiku bisa meninggal dunia.

Khususnya, pertanyaan besar apakah Harun Masiku meninggal dunia karena sakit atau dibunuh.

Baca juga: Besok Jokowi Disuntik Vaksin Covid-19 di Istana Mulai Pukul 10.00, Bakal Disiarkan Langsung

Boyamin pun menjawab kemungkinan besar Harun Masiku dibunuh.

Sebab, Harun Masiku diketahui tidak memiliki rekam jejak medis memiliki penyakit bawaan.

"Kalau pengertian itu kan persentase loh ya. Supaya saya juga aman nih."

Baca juga: Polisi Ungkap Rizieq Shihab Positif Covid-19 pada 25 November 2020, tapi di Front TV Bilang Sehat

"Persentasenya lebih banyak yang kedua (dibunuh)."

"Karena umurannya di bawah saya dikit."

"Track recordnya itu dari temen-temennya tidak pernah sakit," ungkapnya.

Baca juga: Tindak Lanjuti Hasil Investigasi Penembakan 6 Anggota FPI, Mabes Polri Tungu Surat dari Komnas HAM

Karni Ilyas kemudian menanyakan kembali ihwal dugaan pelaku yang membunuh Harun Masiku.

Terkait hal ini, ia enggan membeberkan lebih lanjut.

"Nah itu, detektif saya, swasta saya belum mampu mengomong siapa (pembunuhnya)."

Baca juga: Nama Calon Kapolri Masih Misterius, Mahfud MD Ungkap Begini Cara Jokowi Pilih Pejabat

"Masyarakat dan Bang Karni yang menduga-duga kira-kira siapa, dan biarlah imajinasi liar di otak kita masing-masing saja," ucapnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku belum memiliki bukti valid terkait isu meninggalnya eks caleg PDIP Harun Masiku.

Sejak ditetapkan sebagai tersangka kasus suap pergantian antar-waktu (PAW) anggota DPR 2019-2024 pada Januari 2020, Harun Masiku hilang bak ditelan bumi.

Baca juga: FDR Sriwijaya Air SJ 182 Ditemukan, KNKT Butuh Maksimal 5 Hari untuk Unduh Data

"Sejauh ini tidak ada informasi valid yang KPK terima terkait meninggalnya buronan tersebut," kata Plt Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri, Selasa (12/1/2021).

Pernyataan KPK ini sekaligus menyanggah informasi yang dipunyai Koordinator MAKI Boyamin Saiman.

Ali menjelaskan, sebagai lembaga penegak hukum, KPK harus mempunyai dasar yang kuat untuk menentukan kabar terkait dugaan meninggalnya Harun Masiku.

Baca juga: Satu dari 3 Korban Kecelakaan Pesawat SJ 182 yang Teridentifikasi Hari Ini Adalah Kopilot

"Semisal dokumen kematian atau setidaknya jejak kematian, untuk menentukan seseorang secara hukum dinyatakan meninggal dunia," jelas Ali.

KPK menegaskan hingga kini pihaknya masih memburu Harun Masiku.

Setidaknya ada sisa sekira tujuh tersangka yang berstatus daftar pencarian orang (DPO).

Baca juga: Setelah Okky Bisma, Tiga Korban Sriwijaya Air SJ182 Berhasil Diidentifikasi Lagi, Ini Identitasnya

"Untuk itu KPK tetap melakukan pencarian para DPO KPK, baik yang ditetapkan sejak tahun 2017 maupun 2020."

"Setidaknya ada sisa sekitar 7 DPO yang menjadi kewajiban KPK untuk menuntaskannya," terang Ali.

Senada, Mabes Polri menyatakan belum mengetahui isu Harun Masiku telah meninggal dunia.

Baca juga: Rizieq Shihab Jadi Tersangka di Tiga Kasus Berbeda, Kuasa Hukum: Sudah Dibidik

Karo Penmas Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menyampaikan pihaknya masih belum mendapatkan informasi dari jajarannya terkait meninggalnya Harun Masiku.

"Saya belum dapat info tersebut,"cetus Rusdi saat dikonfirmasi, Rabu (13/1/2021).

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menegaskan, pihaknya tetap memburu buronan Harun Masiku.

Baca juga: Serka BDS Ditahan Usai Bernyanyi Sambut Kepulangan Rizieq Shihab, Ini Aturan yang Ia Langgar

Alex menyebut, penyidik KPK tidak sendirian dalam upaya menangkap eks caleg PDIP itu, karena dibantu oleh pihak kepolisian.

"Kami pun sebenarnya sudah berkoordinasi dengan Polri dan sudah ditetapkan sebagai DPO."

"Jadi, tidak hanya KPK yang mengejar sekarang, tetapi dari pihak Polri pun membantu KPK melakukan penangkapan terhadap yang bersangkutan," ujar Alex, sebagaimana dikutip Antara, Jumat (31/7/2020).

"Jadi, tinggal tunggu waktu saja," imbuhnya.

Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi PT Asabri, Polisi Masih Tunggu BPK Hitung Kerugian Negara

Alex menegaskan, sejak Harun Masiku masuk daftar pencarian orang (DPO) pada Januari 2020, pihaknya bersama-sama kepolisian terus berupaya menangkapnya.

Namun, Alex mengakui hingga saat ini upaya itu belum membuahkan hasil.

"Sampai sekarang belum memberikan hasil. Artinya HM belum tertangkap semata- mata karena faktor teknis saja," ucap Alex.

 KRONOLOGI Tim Khusus Polri Tangkap Djoko Tjandra di Malaysia, Mahfud MD Langsung Sujud Syukur

Ia sekaligus memastikan akan menindaklanjuti sekecil apapun informasi soal keberadaan Harun Masiku.

Sebab, pihaknya meyakini Harun tidak berada di luar negeri, melainkan masih berada di Indonesia.

"HM ini kami tetap melakukan pengejaran."

 Brigjen Prasetijo Utomo Diperiksa Sebagai Tersangka, Polisi Telusuri Aliran Dana dari Djoko Tjandra

"Informasi masyarakat yang disampaikan ke KPK tetap kami tindak lanjuti."

"Misalnya ada yang menyampaikan HM itu di satu tempat dan memberikan beberapa nomor ponsel, kami ikuti," tuturnya.

Keyakinan itu pula yang membuat KPK hingga saat ini belum mengajukan status red notice kepada Interpol terkait Harun Masiku.

 Ternyata Ada 13 Orang Indonesia Ikut Ibadah Haji 2020, Ini Identitas Mereka

"Karena diduga yang bersangkutan masih di dalam negeri, kami belum meminta Interpol mengeluarkan red notice terhadap yang bersangkutan," jelas Alex.

Harun Masiku bersama tiga orang lainnya ditetapkan KPK sebagai tersangka pada 9 Januari 2020, atas kasus dugaan korupsi penetapan pergantian antar-waktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024.

Tersangka lainnya ialah eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan, kader PDIP Saeful Bahri, dan eks anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina.

 Operasi Penangkapan Djoko Tjandra Dirancang Sejak 20 Juli, Cuma 4 Orang Ini yang Tahu Detailnya

Ketiga tersangka itu sudah divonis bersalah di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dengan hukuman berbeda-beda.

Harun Masiku diduga memberi suap kepada Wahyu Setiawan agar bisa ditetapkan sebagai pengganti Nazarudin Kiemas yang lolos ke DPR, namun meninggal dunia.

Ia diduga menyiapkan uang sekitar Rp 850 juta untuk pelicin agar bisa melenggang ke Senayan. (Igman Ibrahim)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved