Breaking News:

Kondisi Drainase di 8 RW di Depok Memprihatinkan Saluran Airnya Dangkal dan Butuh Sentuhan Perbaikan

Selain saluran airnya mengalami pendangkalan karena banyak lumpur, bangunan fisik drainase juga sudah mulai rusak.

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Ilustrasi pengerjaan drainase atau saluran air di sepanjang Gang Masjid Al Husna, di Jalan Komjen M Yasin, RT 6/3, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Depok. 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK --- Kondisi saluran air (drainase) di delapan Rukun Warga di wilayah Kota Depok memprihatinkan.

Selain saluran airnya mengalami pendangkalan karena banyak lumpur, bangunan fisik drainase juga sudah mulai rusak.

Namun dari 8 RW yang urgent untuk diperbaiki salurannya tersebut, baru empat RW yang diprioritaskan sebagai lokasi khusus (loksus) kegiatan infrastruktur perbaikan drainase tahun 2022.

Usulan tersebut disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan.

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Depok Haryanto mengatakan, keempat lokasi tersebut yakni RW 01, RW 02, RW 16, dan RW 18.

Wilayah ini dikatakan Haryanto sangat membutuhkan sentuhan pembangunan fasilitas lingkungan yang baik.

"Pagu anggaran untuk perbaikan infrastruktur di empat lokasi ini sekitar Rp1 miliar," kata Haryanto dikonfirmasi wartawan, Senin (11/1/2021).

Menurutnya, saat ini masih ada wilayah lain di Kelurahan Depok yang membutuhkan perbaikan drainase.

Namun karena keterbatasan dana kelurahan, maka akan didorong pengusulannya di forum Perangkat Daerah (PD).

"Ada empat RW juga yang urgent untuk perbaikan drainase yakni RW 13, 14, 19, dan 20 karena saluran airnya sudah dangkal sehingga perlu normalisasi. Lokasinya ada di Kampung Lio," paparnya.

Selain infrastruktur, Haryanto mengaku pihaknya telah menetapkan pagu anggaran untuk kegiatan non-infrastruktur sebesar Rp 1,5 miliar.

Di mana anggaran tersebut dialokasikan untuk pemberdayaan masyarakat.

"Kegiatan rutin tahunan seperti peningkatan kualitas SDM warga Kelurahan Depok, pelatihan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Posyandu, Posbindu, dan lain sebagainya," akunya.

Baca juga: Tak Hanya Saat Pandemi, Kanal YouTube Belajar Bersama Disdik Depok Terus Digunakan untuk Pengayaan

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved