Breaking News:

Pesawat Sriwijaya Air Jatuh

Ibunda Jadi Korban Sriwijaya Air SJ-182 Jatuh, 4 Anaknya Butuh Pendampingan KPAI

Empat anak kehilangan ibundanya yang menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dan mereka kini didampingi KPAI.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Empat anak kehilangan ibundanya yang menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dan mereka kini didampingi KPAI.

Salah satu korban jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air Panca Widia Nursanti meninggalkan empat anak di Pontianak, Kalimantan Barat pascatragedi SJ-182.

Kini keempat anak Nursita membutuhkan pendampingan KPAI atas trauma bencana yang diterima.

Baca juga: Evakuasi Pesawat Sriwijaya Air, Basarnas Kini Maksimalkan Empat Unsur Dalam Pencarian Blackbox

Hal itu diungkapkan sepupu korban, Meizar yang datang ke Posko ante mortem RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (12/1/2021).

Meizar mengungkapkan bahwa ia sengaja terbang dari Pontianak, Kalimantan Barat untuk menyerahkan data ante mortem Panca ke Tim DVI.

"Yang menjadi korban itu kakak sepupu saya bernama Panca Widya Nur Santi beliau guru SMK 3 Pontianak," ungkap Meizar ditemui pewarta.

Baca juga: Hari Keempat Evakuasi Sriwijaya Air SJ-182, Satu Kapal Tambahan Dikerahkan Dalam Pencarian

Saat libur natal dan tahun baru 22 Desember 2020 lalu, Panca pulang kampung ke rumah orang tuanya di Tegal, Jawa Tengah.

Kemudian Panca memutuskan pulang ke Pontianak pada Sabtu (9/1/2021).

Meizar mengatakan, tidak ada firasat aneh dari keluarga termasuk suaminya saat Panca hendak menggunakan Sriwijaya Air.

Panca sempat menghubungi suaminya saat di Bandara Soekarno-Hatta. Dalam komunikasi itu Panca menyebut bahwa pesawat yang ditumpanginya alami delay 30 menit.

Halaman
1234
Penulis: Desy Selviany
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved