Breaking News:

Vaksin Covid19

Diterapkan Prioritas Penerima Vaksin Covid-19 lantaran Pasokan dari Produsen Masih Terbatas

Para produsen vaksin juga akan memprioritaskan negaranya sendiri dulu, lalu negara sekutunya, kemudian yang lebih dulu melakukan MOU dan lainnya.

Penulis: Lilis Setyaningsih | Editor: Feryanto Hadi
SILVIO AVILA / AFP
Seorang perawat menunjukkan vaksin COVID-19 yang diproduksi oleh perusahaan China Sinovac Biotech di Rumah Sakit Sao Lucas, di Porto Alegre, Brasil selatan. Regulator kesehatan Brasil mengatakan pada 9 November 2020 telah menangguhkan uji klinis vaksin Covid-19 yang dikembangkan China setelah "insiden merugikan" yang melibatkan penerima sukarelawan. Foto file ini diambil pada 08 Agustus 2020. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Awal tahun 2021 jadi harapan baru pandemi Covid-19 berakhir. Adanya ketersediaan vaksin salah satunya.

Namun di tingkat global, tidak hanya Indonesia, negara-negara lain pun juga berlomba untuk secepat-cepatnya mendapatkan vaksin yang jumlahnya  masih terbatas saat itu.

DR.dr.Erlina Burhan, M.Sc,Sp.P mengatakan,  vaksin sudah lama dibicarakan ditingkat global.

Para produsen vaksin juga akan memprioritaskan negaranya sendiri dulu, lalu negara sekutunya, kemudian yang lebih dulu melakukan MOU dan lainnya.

Baca juga: Angga Dwimas Sasongko Ingatkan Denny Siregar Tak Asal Tuduh dan Menyesatkan Publik soal Film Nussa

 “Ditingkat global ada persaingan untuk mendapatkan vaksin. Masih bersyukur kita bisa mendapatkan Sinovac walaupun dalam jumlah kecil lebih dulu. Tapi kita semua sudah mendapatkan semua jenis vaksin hanya waktunya saja. Seperti Pfizer akan sampai di kuartal ketiga atau bulan September 2021,” kata dr Erlina yang juga menjadi anggota pakar medis Satgas Covid-19 dalam talkshow dengan tema  Siapa Yang Boleh dan Tidak Boleh Divaksin Covid-19, Senin (11/1/2021).

Keterbatasan vaksin serta waktu itulah yang membuat Pemerintah harus  mencanangkan kategori prioritas pertama dan selanjutnya.

Orang-orang yang tidak kategori prioritas, artinya kesempatan untuk mendapatkan vaksin lebih kecil.

Baca juga: Vaksin Sinovac Trending, Sudah Didukung BPOM dan MUI, Mengapa Masih Ada Yang Meragukan Sinovac?

Walaupun kesempatan mendapatkan vaksin tetap ada, tapi hanya persoalan waktu saja.

 “Bukan tidak ada, tapi kesempatannya butuh waktu karena didahulukan yang prioritas. Bahwa ketersediaan vaksin jumlahnya terbatas sehingga memilih kelompok mana yang dapat manfaat secara umum dan  dianggap rentan,” katanya.

Ia meminta jangan terlalu eforia dengan adanya vaksin.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved