Liga 1

Winger Tira Persikabo Gustur Cahyo Putro Ingin Hajikan Kedua Orangtua

Gelandang sayap Tira Persikabo, Gustur Cahyo Putro, rayakan ulang tahun (ultah) ke-24 pada Senin (11/1/2021).

Penulis: Yudistira Wanne | Editor: Sigit Nugroho
dok pribadi
Pemain Persikabo 1973 Gustur Cahyo Putro 

WARTAKOTALIVE.COM, CITEUREUP - Gelandang sayap Tira Persikabo, Gustur Cahyo Putro, rayakan ulang tahun (ultah) ke-24 pada Senin (11/1/2021).

Di hari ultahnya, Gustur mengaku terus bekerja keras untuk meningkatkan performa dan berprestasi di lapangan hijau, agar bisa membahagiakan kedua orangtuanya.

"Saya akan bekerja keras mengerahkan seluruh kemampuan untuk memberangkatkan haji kedua orangtua," kata Gustur dikutip dari TribunnewsBogor.com.

Gustur menyeritakan kerja keras orangtuanya dalam mengantarkan anak menjadi atlet sepak bola profesional.

Pemain yang lahir di Magelang 11 Januari 1997 itu berujar bahwa bapaknya pernah berbohong, agar Gustur dapat bermain sepak bola.

Menurut Gustur, ketika itu sang ayah yang bernama Toto Prayitno berbohong dalam urusan sepatu sepak bola yang diberikan.

"Saya berasal dari keluarga sederhana. Baru-baru ini bapak bercerita bahwa saat SD, bapak membelikan sepatu untuk saya," ujar Gustur.

"Saat itu, bapak berbohong kepada saya. Waktu itu, bapak pulang ke rumah bawa sepatu bekas merk Specs. Saya masih ingat dan bapak bilang bahwa sepatu itu dipinjami temannya. Tetapi, ternyata bapak bohong. Ternyata, sepatu itu dibeli dari loakan atau dibeli di pasar jual beli sepatu bekas," tutur Gustur.

Gustur membeberkan bahwa kebohongan yang dilakukan bapaknya itu, semata-mata hanya ingin mendukung anaknya untuk bermain sepak bola.

"Dulu bapak beli diloakan, dengan kondisi bekas. Mungkin, saja dulu pikiran bapak saya tidak mau pakai, karena itu sepatu bekas. Tetapi dalam diri saya, sedalam-dalam hati, apapun yang dibeli orangtua pasti akan saya gunakan dengan senang hati. Walaupun itu sepatu bekas," papar Gustur.

Mendengar cerita ayahnya, Gustur meneteskan air mata dan tidak pernah berhenti untuk terus berbakti kepada kedua orangtua.

"Saya menangis setelah mendengar cerita bapak. Ternyata, sepatu yang dibelikan kepada saya adalah sepatu bekas. Tetapi bapak bohong. Dia bilang itu sepatu temannya yang dikasih ke bapak saya untuk digunakan untuk saya bermain sepak bola," paparnya.

"Itu momen yang membuat saya terenyuh. Saat kehilangan arah dan putus asa, saya selalu ingat kejadian itu untuk dijadikan  motivasi. Apalagi bapak membelikan sepatu itu dengan kerja keras dan susah payah sampai dia tidak bisa membelikan sepatu yang baru," sambungnya.

Gustur mengatakan bahwa ketika dirinya duduk di bangku SD, bapaknya pergi merantau ke Bumi Tegar Beriman untuk berjualan kupat tahu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bogor
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved