Berita Jakarta

Terjaring Razia Polisi, Puluhan Remaja Diduga Terlibat Prostitusi Online Dibawa ke Panti Sosial

Terjaring razia polisi, puluhan remaja diduga terlibat prostitusi online dibawa ke panti sosial.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Dodi Hasanuddin
Steemit
Ilustrasi, Terjaring razia polisi, puluhan remaja diduga terlibat prostitusi online dibawa ke panti sosial. 

WARTAKOTALIVE.COM, CEMPAKA PUTIH - Kasatpel Sudin Sosial Kecamatan  Cempaka Putih, Jakarta Pusat Vestarini, mengatakan, 47 orang yang terjaring razia yustisi oleh Polsek Cempaka Putih akan dibawa ke panti sosial.

Puluhan remaja ini akan diberikan pembinaan di Panti Sosial Kedoya, Jakarta Barat setelah diduga melakukan prostitusi online di Apartemen Green Pramuka City.

"Jadi mereka ini nanti akan kami berikan pembinaan di Panti Sosial Kedoya," kata Vestarini, Senin (11/1/2021).

Dikatakan Vestarini, jika nantinya Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat akan melakukan assesmen kepada puluhan remaja yang diduga melakukan transaksi prostitusi online tersebut.

"Nanti kami lakukan assesment dan Assesment inilah yang nantinya akan membuat anak tersebut ditempatkan ke panti yang sesuai. Prinsipnya kami akan siap bekerjasama," katanya.

Sebelumnya, Polsek Cempaka Putih mengamankan 47 orang hasil operasi yustisi.Puluhan orang tersebut diamankan menindak lanjuti laporan adanya prostitusi online melalui aplikasi Michat di Apartemen Green Pramuka City. 

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Burhanuddin, mengatakan, jika puluhan orang ini diamankan, berdasarkan hasil pengungkapan kasus prostitusi online di Apartemen Green Pramuka City.

Selanjutnya, Satreskrim Polsek Cempaka Putih pun langsung melakukan operasi yustisi pada Sabtu (9/1). Hasilnya 47 orang berhasil diamankan dengan rincian 24 laki-laki dan 23 perempuan. 12 diantaranya masih dibawah umur.

"Jadi kita menerima laporan jika di situ sering terjadi transaksi prostitusi secara online dan pada akhirnya kami menggelar operasi yustisi dan berhasil mengamankan 47 orang," kata AKBP Burhanuddin.

Baca juga: Jika Dilantik Jadi Kapolri, Komjen Listyo Belum Bisa Kalahkan Rekor Tito Karnavian, Ini Alasannya

Dikatakan Burhanuddin, dalam operasi itu juga menemukan adanya pria dan wanita dalam satu kamar yang keduanya masih tergolong remaja. Diduga keduanya ini terlibat prostitusi online, sehingga langsung diamankan.

Tak hanya itu, polisi juga menemukan beberapa pria yang sedang berkumpul dan beberapa wanita dalam satu kamar. Mereka pun juga langsung di gelandang ke Polsek Cempaka Putih untuk dimintai keterangan.

"Jadi mereka ini kita amankan karena dugaaan melakukan transaksi prostitusi online melalui aplikasi Michat. Dari keterangan mereka menawarkan diri setelah cocok harga mereka menjemput di lobby," katanya 

Hanya saja, dikatakan Burhanuddin jika puluhan orang yang berhasil diamankan ini tidak dapat dijerat pidana, karena secara pribadi mereka menawarkan diri kepada lelaki hidung belang dengan tarif variasi mulai Rp. 300 ribu sekali kencan.

"Setelah kita dalami karena kegiatan ini dilakukan oleh mereka langsung tanpa perantara, karena faktor ekonomi, kami tidak menemukan pidananya. Tapi kami akan serahkan ke Dinas Sosial untuk pembinaan," ucapnya. 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved