PSBB Jakarta

PSBB Ketat Diberlakukan Hari Ini, Plh Wali Kota Jakpus Sidak Pasar dan Sejumlah Restoran

PSBB Ketat Diberlakukan Hari Ini, Plh Wali Kota Jakpus Sidak Pasar dan Sejumlah Restoran

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Plh Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi melakukan sidak di sejumlah Pasar tradisional dan restoran di Jakarta Pusat terkait PSBB ketat yang diterapkan mulai hari ini, Senin (11/1/2021) 

Dikatakan Irwandi memakai masker merupakan langkah untuk pencegahan penyebaran Covid-19 lebih luas. Sehingga sangat penting bagi masyarakat khususnya jika diluar rumah untuk selalu mengenakan masker.

"Kalo tidak mengenakan masker dampaknya itu bisa menyebar ke orang lain. 3 M itu harus kita patuhi. Pakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak, apalagi sekarang RS sudah mulai penuh, maka dari itu kita lakukan PSBB ketat," ucapnya. 

Baca juga: VIDEO KRI Cucut Serahkan Temuan Turbin Pesawat Sriwijaya SJ 182 ke Posko JICT

Adapun poin-poin dalam PSBB Ketat di DKI Jakarta yang dilaksanakan mulai 11 hingga 25 Januari 2021, diantaranya;

1. Kegiatan pada tempat kerja atau perkantoran menjadi 75 persen Work From Home (WFH) dan 25 persen Work From Office (WFO). 

2. Kegiatan pada sektor esensial beroperasi 100 persen. Sektor esensial tersebut antara lain sektor energi, komunikasi dan IT, keuangan, logistik, perhotelan, industri, pelayanan dasar, utilitas publik, dan objek vital nasional serta tempat untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. 

3. Kegiatan konstruksi beroperasi 100 persen dengan menerapkan protokol kesehatan. 

4. Kegiatan belajar mengajar 100 persen dilaksanakan secara daring di rumah. 

5. Kegiatan restoran seperti makan dan minum di tempat menjadi 25 persen dan maksimal hingga pukul 19.00 WIB. Sementara untuk layanan pesan antar tetap diijinkan sesuai dengan jam operasional restoran. 

6. Kegiatan pada pusat perbelanjaan atau Mall dibatasi hingga pukul 19.00 WIB. 

7. Kapasitas tempat ibadah maksimal sebanyak 50 persen dari kapasitas. 

8. Fasilitas pelayanan kesehatan beroperasi sebanyak 100 persen. 

9. Penghentian aktivitas di area publik dan tempat lainnya yang dapat menimbulkan kerumunan massa. 

10. Maksimal penumpang untuk kendaraan umum seperti angkutan massal, taksi (konvensional maupun online), dan kendaraan rental adalah 50 persen dari kapasitas. Namun untuk ojek baik online maupun pangkalan dapat berkegitan seperti biasa.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved