Breaking News:

PSBB Bodebek

Picu Kerumunan hingga Viral di Medsos, Berikut Penjelasan Pengelola Waterboom Lippo Cikarang

Picu Kerumunan hingga Viral di Medsos, Berikut Penjelasan Pengelola Waterboom Lippo Cikarang. Simak Selengkapnya

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi, Jawa Barat melakukan penyegelan Waterboom Lippo Cikarang, pada Senin (11/1/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Suasana pengunjung di Waterboom Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat yang membludak serta tidak menerapkan protokol kesehatan viral di media sosial.

Tidak menunggu lama, Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi pun segera melakukan penutupan paksa wahana air tersebut pada Senin (11/1/2021).

Menanggapi hal itu, pengelola Waterboom menegaskan pihaknya tetap tidak kendor menerapkan secara ketat protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona.

"Terkait informasi yang disebar di media sosial, Minggu (10/1/21) kemarin, tentang banyaknya pengunjung Waterboom, dapat kami klarifikasi, bahwa kami tetap membatasi jumlah orang jauh di bawah kuota yang ditetapkan 50 persen dari kapasitas, dan kami secara ketat menerapkan protokol kesehatan (Prokes)," ujar Dewi Nawang, Staf Komunikasi Waterboom pada Senin (11/1/2021).

Dijelaskan, pihaknya tetap melakukan aturan 4M, mulai dari penyediaan wastafel tambahan, handsoap, handsanitizer, signage jaga jarak, dan penyemprotan desinfektan secara berkala.

"Bahkan kami juga memberikan masker secara gratis bagi pengunjung yang belum menggunakan. Selain itu, setiap saat imbauan 4M juga selalu kami lakukan, baik dengan menggunakan speaker area, maupun petugas melakukannya dengan berkeliling di kawasan," tegasnya.

Baca juga: Empat RW Kota Depok Akan Jadi Lokasi Khusus Pembangunan Drainase Tahun 2022, Simak Selengkapnya

Ia mengakui, pada hari Minggu (10/1/21) kemarin, pihak pengelola mengadakan promo berupa diskon harga tiket masuk.

"Ternyata pengunjung cukup banyak meresponsnya, tetapi total tetap hanya dibatasi 2.000-an orang dari kapasitas 7.000 (100 persen)," ungkapnya.

Adapun untuk mengantisipasi antrean, pihaknya juga sudah menambahkan empat titik loket tambahan.

"Dan penjualan tiketnya kami hanya buka selama satu jam, yaitu 07.00-08.00 WIB. Setelah itu loket penjualan tiket ditutup," ujarnya.

Baca juga: 17 Kantong Jenazah Diterima, Tim DVI RS Polri Berjibaku Cocokan Data Ante Mortem dan Post Mortem

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved