Breaking News:

Sport

Legenda Bulu Tangkis Kurniahu Gideon: Atlet Harus Sadar Nilai-nilai Luhur Olahraga

Delapan pebulu tangkis Indonesia kena sanksi dari federasi bulu tangkis dunia BWF, karena terlibat dalam pengaturan skor atau match fixing.

Warta Kota/Rafsanjani Simanjorang
Kurniahu Gideon, mantan atlet bulutangkis Indonesia. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Delapan pebulu tangkis Indonesia kena sanksi dari federasi bulu tangkis dunia BWF, karena terlibat dalam pengaturan skor atau match fixing pada 2016 sampai 2017.

Seluruh pemain bulu tangkis Indonesia, yakni Hendra Tandjaya, Ivandi Danang, Androw Yunanto, Sekartaji Putri, Mia Mawarti, Fadilla Afni, Aditya Dwiantoro, dan Agripina Prima Rahmanto Putra.

Mereka mendapat sanksi dari BWF berupa denda.

Tiga di antara delapan pebulu tangkis itu juga dilarang bertanding dan melakukan kegiatan yang berhubungan dengan bulu tangkis selama-lamanya.

Sedangkan, lima lainnya dijatuhi skorsing dari enam sampai 12 tahun.

Legenda pebulu tangkis tunggal putra Indonesia era 1980-an, Kurniahu Gideon, memberikan komentarnya alasan mengapa atlet dapat terjerumus ke dalam kecurangan.

"Faktornya, bisa karena ingin cepat mendapatkan uang dan mentalnya pun kurang terasah," ujar Kurniahu kepada Warta Kota, Senin (11/1/2021).

Menurut Kurniahu, bagi atlet yang tidak punya mental sportivitas yang baik, akan mudah tergoda oleh bandar, sehingga mau terlibat di dalamnya.

Kurniahi berujar bahwa seorang atlet seharusnya menyadari nilai-nilai luhur olahraga dan mampu melakukan penolakan untuk melakukan match fixing

"Kuncinya ada di pembinaan usia dini. Nilai-nilai olahraga, seperti menjunjung tinggi sportivitas ditanamkan. Selain itu, di usia dini juga diajarkan bahwa tidak ada kesuksesan yang instan, sehingga jiwa pantang menyerah penting untuk ditanamkan," ujar Kurniiahu.

Selain itu, ada pula nilai-nilai lain yang bisa disisipkan di usia dini, diantaranya takut akan Tuhan, hidup di jalan yang benar dimana tidak merugikan orang lain.

Kurniahu sendiri menanamkan nilai-nilai ini di Gideon akademi yang terletak di Cibubur.

Ya, ayah dari Marcus Fernaldi Gideon, pebulutangkis ganda putra Indonesia ini memutuskan membina usia dini di Gideon Badminton Hall.

Penulis: Rafzanjani Simanjorang
Editor: Sigit Nugroho
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved