PSBB Jakarta

Biar Jera, Plh Wali Kota Jakpus Minta Pelanggar Protokol Kesehatan Turun dan Bersihkan Saluran Air

Biar Jera, Plh Wali Kota Jakpus Minta Pelanggar Protokol Kesehatan Bersihkan Saluran Air. Sebab, masih ditemukan banyak warga tidak mengenakan masker

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Plh Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi membuat seruan agar warga Jakarta Pusat di rumah saja selama natal dan tahun baru 2021, Senin (28/12/2020) 

WARTAKOTALIVE.COM, JOHAR BARU - Plh Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi menyampaikan jika pelanggar protokol kesehatan akan dikenakan sanksi membersihkan saluran air.

Langkah ini dilakukan sebagai efek jera bagi pelanggar prokes.

"Nanti akan kami tingkatkan sanksinya. Besok kita arahkan ke Satpol suruh bersihin got (saluran air) saja sekalian. Biar mereka kapok," kata Irwandi, Senin (11/1/2021).

Selain itu, selama PSBB ketat sesuai dengan Pergub nomor 3 Tahun 2021 ini, pihaknya meminta seluruh jajaran Pemerintah Kota Jakarta Pusat untuk kembali aktif melakukan monitoring kepatuhan masyarakat terhadap prokes.

Bahkan dirinya juga meminta kepada Lurah, Camat Jakarta Pusat untuk kembali aktif mendirikan posko pemantauan terhadap pelanggar protokol kesehatan. Sehingga masyarakat kembali aware untuk memantuhi aturan itu.

Baca juga: PSBB Ketat Diberlakukan Hari Ini, Plh Wali Kota Jakpus Sidak Pasar dan Sejumlah Restoran

"Kita besok juga minta Lurah, Camat untuk mengaktifkan kembali posko. Yang penting kita ada upaya. Karena upaya ini perlu, karena kita upaya aja masih banyak masyarakat yang melanggar apalagi tidak," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat menyusul putusan pemerintah pusat terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai hari ini, Senin (11/1/2021). 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pengetatan PSBB dilatarbelakangi meningkatnya kasus Covid-19 di DKI Jakarta pasca libur Natal dan Tahun Baru.

"Saat ini, kita sedang berada di titik kasus aktif tertinggi selama ini yaitu di kisaran angka 17.383. Kasus aktif adalah jumlah orang yang saat ini berstatus positif Covid-19 dan belum dinyatakan sembuh," kata Anies, Senin (11/1/2021). 

Anies sendiri telah menekan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan, Jangka Waktu dan Pembatasan Aktivitas Luar Rumah Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved