Berita Bekasi
Pembangunan Jembatan Bojongmangu Karawang Buka Akses Ekonomi Masyarakat
Pembangunan Jembatan Bojongmangu-Karawang menggunakan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp 30 miliar.
Penulis: Muhammad Azzam |
WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Pembangunan Jembatan Bojongmangu-Karawang menggunakan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp 30 miliar.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi, Dedy Supriyadi mengatakan, pembangunan Jembatan Bojongmangu Karawang untuk mendukung ekonomi masyarakat.
Pembangunan jembatan diharapkan mampu menghubungkan akses antara wilayah Bojongmangu, Kabupaten Bekasi dengan wilayah Kabupaten Karawang.
"Ini pakai dana PEN karena prinsipnya dibangunnya jembatan Bojongmangu-Karawang menjadi penggerak ekonomi karena aksesnya jadi tersambung warga di kedua daerah, wilayah Kabupaten Bekasi dengan Karawang," katanya.
Baca juga: Jembatan Kerap Kali Amblas, Pemkab Bekasi Bakal Rekayasa Aliran Sungai Cipamingkis
Baca juga: Kolong Jembatan Menteng yang Dikunjungi Mensos Tri Rismaharini akan Dijadikan Tempat Rekreasi
Sementara Camat Bojongmangu, Agung Suganda yakin, pembangunan jembatan Bojongmangu-Karawang akan memberikan dampak positif.
Terutama dalam membuka akses ekonomi masyarakat.
“Dibangunnya jembatan ini sangat bagus untuk perkembangan ekonomi masyarakat. Mudah-mudahan jembatan ini menjadi kebanggaan masyarakat Bojongmangu,” kata Agung.
Dia mengatakan, sebagai jalur transportasi di wilayah selatan Kabupaten Bekasi, jembatan yang akan melintasi Sungai Cibeet ini akan mempermudah dan mempercepat mobilitas warga.
“Jadi orang mau ke Karawang atau ke Loji atau ke Jonggol tidak harus lewat Kaligandu,” ujarnya.
Baca juga: Kolong Jembatan Menteng Dibersihkan setelah Ditinjau Risma, Bakal Dibuat Mirip Terowongan Kendal
Baca juga: Terbalik hingga Tewaskan Seorang Balita, Polisi Larang Perahu Wisata di Jembatan Cinta Beroperasi
Agung menambahkan, pada awalnya rencana pembangunan jembatan Bojongmangu-Karawang akan dikerjakan pada tahun 2020.
Namun karena ada kebijakan refocusing akibat pandemi Covid-19, pembangunan terpaksa ditunda.
“Alhamdulillah kita bersyukur masuk lagi di tahun anggaran 2021. Sekarang tinggal start-nya, tinggal ditindaklanjuti saja. Termasuk pembebasan lahan juga mudah-mudahan tidak ada kendala," katanya.
Proyek jembatan Bojongmangu-Karawang dibangun menggunakan anggaran sekitar Rp 30 miliar dari anggaran pemulihan ekonomi nasional Pemprov Jawa Barat tahun 2021.
Baca juga: Pembangunan Jembatan Tambun Rengas Ditargetkan Kelar Maret 2021
Baca juga: Pembangunan Jembatan Tambun Rengas Ditargetkan Kelar Maret 2021
Harapannya, pembangunan jembatan Bojongmangu Karawang dapat menggerakkan perekonomian warga saat masa Covid-19.
Apabila telah terwujud, Jembatan Bojongmangu akan menjadi jembatan keempat penghubung utama wilayah Karawang-Bekasi.
Tiga jembatan lainnya yang sudah ada yakni Jembatan Cabangbungin-Batujaya, Jembatan Pebayuran-Rengasdengklok, dan Jembatan Bojong-Tanjungpura.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/jembatan-bojongmangu.jpg)