Breaking News:

Wasekjen PBSI: Jeleknya Mental Jadi Faktor Pebulutangkis Lakukan Match Fixing

Wasekjen PBSI: Jeleknya Mental Jadi Faktor Pebulutangkis Lakukan Match Fixing. Simak selengkapnya dalam berita ini.

Humas PBSI
Edi Sukarno 

WARTAKOTALIVE COM, JAKARTA – Wakil Sekretaris Jenderal PP PBSI, Edi Sukarno menyoroti delapan pebulutangkis Indonesia yang baru saja mendapatkan hukuman dari BWF karena terlibat dalam match fixing atau pengaturan skor.

Edi Sukarno mengatakan PBSI sebenarnya sudah sangat keras melarang praktik haram itu yang tertuang dalam aturan, akan tetapi buruknya mental pemain lah yang membawa mereka terjerumus hingga akhirnya melakukan match fixing.

“Kalau soal perilaku seperti itu, kami memang tidak bisa. Gimana ya, kalau ada orang baik tiba-tiba berubah mentalnya kan susah juga,” kata Edi saat dihubungi Tribunnews, Sabtu (9/1/2021).

Baca juga: Giliran Dewi Tanjung Akan Ikut Polisikan Fadli Zon karena Sempat Menyukai Akun Berisi Konten Porno

“Perangkat peraturan kami sudah lengkap loh, kami juga punya kode etik yaitu peraturan organisasi nomor 10 tahun 2019, kami juga punya kode etik. Jangankan yang mau melakukan kecurangan, yang tahu tapi tidak melaporkan kecurangan juga kena kode etika kami,”

“Cuma masalahnya kan gini, kami tidak tahu ketika di lapangan dia mengalah atau tidak, kan susah. Soalnya faktor mental, apalagi mereka  akan dapat hadiah besar kalau menjalani itu (pengaturan skor-red),” jelasnya

Delapan pemain tersebut yakni Hendra Tandjaya, Ivandi Danang, Androw Yunanto, Sekartaji Putri, Mia Mawarti, Fadila Afni, Aditiya Dwiantoro  dan Agriprinna Prima Rahmanto.

Baca juga: 2 Pemuda di Ciracas Curi Ponsel Pemilik Warteg, Modusnya Pura-pura Jadi Pembeli

Tiga dari delapan atlet badminton Indonesia itu mendapatkan hukuman tak boleh berkegiatan atau berhubungan dengan bulutangkis seumur hidup karena mengatur orang lain untuk terlibat dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, lima orang lainnya diskors antara enam hingga 12 tahun dan denda masing-masing antara US$ 3 ribu dan US$ 12 ribu.

Kedepan Edi berharap bidang kebasahan bisa mengontrol atlet-atlet agar tidak melakukan praktik haram tersebut meskipun sulit karena kembali ke individu pemain saat bertanding.

Seperti diketahui, hingga saat ini atlet bulutangkis Indonesia yang sudah tercatat di PP PBSI yakni sekitar 30 ribu. Mereka itu lah yang bisa bermain di kejuaraan-kejuaraan baik nasional maupun internasional.

Baca juga: Antisipasi Terkena Cedera, Diharapkan Setiap Atlet Harus Memiliki Asuransi atau BPJS

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved