Breaking News:

Berita Daerah

Dicoret dari Data Penerima Bansos Kemensos RI, Nenek Darwati Menangis, Kebingungan Tidak Punya Beras

Nenek Darwati menangis gara-gara namanya dicoret dari data penerima bansos Kemensos RI sehingga kini kebingungan tidak punya beras bansos Kemensos.

Editor: Panji Baskhara
Kolase Wartakotalive.com/Rangga Baskoro/KOMPAS.com/Hamim
Foto Kolase: Nama Nenek Darwati dicoret dari data penerima bansos Kemensos RI membuat pedagang kangkung keliling ini menangis dan kebingungan tidak punya beras bansos Kemensos. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kini, Nenek Darwati menangis gara-gara namanya dicoret dari data penerima bansos Kemensos RI.

Tidak hanya menangis, suaminya yang sedang sakit membuat Nenek Darwati kebingungan lantaran tidak punya beras lagi.

Dampak tak mendapatkan beras bansos Kemensos, membuat Nenek Darwati makan kangkung untuk sambung hidupnya sehari-hari.

Insiden nama nenek 58 tahun dicoret dari data bansos Kemensos itu sejak ada kebijakan pemangkasan keluarga penerima manfaat (KPM) Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Baca juga: Nama Nenek Darwati Dicoret dari Data Penerima Bansos Kemensos, Pedagang Kangkung Keliling Ini Nangis

Baca juga: Pedagang Kangkung Keliling Menangis Gara-gara Namanya Dicoret dari Data Penerima Bansos Kemensos RI

Baca juga: PT Pos Indonesia akan Salurkan Bansos Tunai untuk 90.017 Kepala keluarga di Tangsel

Ternyata, kebijakan pemangkasan KPM BPNT Kemensos dikeluhkan warga lantaran data KPM dipangkas diduga dilakukan secara serampangan.

Hal tersebut disebabkan, sebagian data KPM BPNT yang dipangkas justru kondisi kehidupannya ada yang masih layak menerima bantuan sosial pangan dari pemerintah.

Nenek Darwati, warga Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang sehari-hari menjual kangkung keliling jadi salah satu KPM BPNT yang datanya ikut terpangkas.

Darwati mengetahui namanya dicoret dari daftar KPM BPNT tahun 2021, saat hendak mengambil jatah beras.

Jatah beras itu hendak diambil di salah satu e-warung atau agen penyalur bantuan bersama para KPM lainnya.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved