Sport

Wakil Sekjen PP PBSI Edi Sukarno Sebut Pelaku Match Fixing Terima Rp 400 Juta

Wakil Sekjen PP PBSI, Edi Sukarno, mengatakan bahwa pemain yang disanksi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mendapat uang sebesar Rp 400 juta.

Penulis: Abdul Majid | Editor: Sigit Nugroho
Humas PBSI
Wakil Sekjen PP PBSI, Edi Sukarno. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Wakil Sekjen PP PBSI, Edi Sukarno, mengatakan bahwa pemain yang disanksi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mendapat uang sebesar Rp 400 juta.

BWF memberikan sanksi kepada delapan pemain bulu tangkis Indonesia yang diduga melakukan pengaturan skor atau match fixing pada 2017.

Kedelapan pebulu tangkis Indonesia tersebut adalah Hendra Tandjaya, Ivandi Danang, Androw Yunanto, Sekartaji Putri, Mia Mawarti, Fadilla Afni, Aditiya Dwiantoro, dan Agripinna Prima Rahmanto Putra.

Edi Sukarno mengatakan bahwa dirinya tahu bahwa kasus pengaturan skor itu dan pemain yang terlibat pengaturan skor mendapatkan uang sebesar Rp 400 juta.

“Jadi anak-anak itu disuruh mengalah, taruhan. Ada mafianya memang. Waktu itu permainannya tahun 2017 kalau tidak salah,” kata Edi Sukarno dikutip dari Tribunnews.com, Jumat (8/1/2021).

“Dan di tahun itu juga bidang keabsahan sudah memanggil yang bersangkutan. Cuma yang datang tiga orang, yang lima lainnya tidak," ujar Edi Sukarno.

“Dari tiga orang itu terungkaplah bahwa mereka memang disuruh mengalah. Kalau tidak salah mereka itu mengungkapkan dapat uang Rp 400 juta dari yang mengaturnya," ucap Edi Sukarno.

"Itu cowok semua yang tiga orang itu. Kebetulan, waktu bidang keabsahan menginterogasi bertiga, saya ada. Jadi, saya mendengarkan," jelasnya.

Sementara itu, sikap PP PBSI setelah mendengar kabar tersebut menegaskan bahwa pemain yang melakukan pengaturan skor 2017 silam bukan lah pemain Pelatnas.

“Bisa dipastikan, delapan pemain yang dihukum BWF tersebut adalah bukan pemain penghuni Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur,” tegas Kepala Bidang Humas dan Media PP PBSI, Broto Happy dalam keterangan resminya.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan PBSI mengutuk perbuatan tercela tersebut yang telah mencederai nilai-nilai luhur olahraga yang seharusnya dijunjung tinggi oleh setiap atlet, seperti sportivitas, fair play, respek, jujur, dan adil

BWF mengungkap delapan pebulu tangkis Indonesia terlibat pengaturan skor lewat laman resminya, Jumat (8/1/2021).

Kedua kasus tersebut melibatkan whistleblower yang melaporkan informasi ke BWF tentang perilaku korup termasuk memanipulasi pertandingan demi uang.

Sidang kedua kasus itu telah rampung digelar pada akhir 2020. BWF menegaskan telah melibatkan berbagai pihak dalam melakukan investigasi soal kasus ini.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved