Berita Video

VIDEO Polisi Gadungan di Jakarta Utara Sudah Enam Kali Beraksi, Raup Jutaan Rupiah

"Pelaku ini sendiri yang berinisial S sudah melakukan kegiatan penipuan serupa di beberapa tempat sebanyak enam kali," ungkap Dwi, Jumat (8/1/2021).

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Ahmad Sabran
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Sunardi (35), pelaku penipuan dengan modus polisi gadungan ditangkap Tim Tiger Polres Metro Jakarta Utara. 

WARTAKOTALIVE.COM, KOJA-  Sunardi (35), pelaku penipuan dengan modus polisi gadungan yang ditangkap anggota Tim Tiger Polres Metro Jakarta Utara sudah beraksi sebanyak enam kali.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Dwi Prasetyo mengatakan pelaku yang ditangkap di kediamannya di Taruma Jaya, Bekasi, Jawa Barat itu sudah menipu sebanyak enam kali.

"Pelaku ini sendiri yang berinisial S sudah melakukan kegiatan penipuan serupa di beberapa tempat sebanyak enam kali," ungkap Dwi, Jumat (8/1/2021).

Enam kali aksi penipuan itu dilakukan Sunardi sejak Juli 2019 silam. Pelaku beraksi dengan menipu sejumlah orang tidak hanya di wilayah Jakarta Utara tapi juga hingga ke Bekasi.

"Pekerjaan tersangka sendiri sebagai seorang buruh. Dia sudah beraksi seputaran wilayah Jakarta Utara dan Bekasi dimulai sekitar Juli 2019," kata Dwi.

Berdasarkan data yang ada, Sunardi mengawali aksinya dengan cara meminjam uang kepada H. Carsim sebesar Rp 15 juta pada Juli 2019. Namun oleh pelaku hanya dikembalikan setengahnya.

Selanjutnya, pelaku meminjam uang Rp 10 juta kepada Mustakim pada Oktober 2019. Ketika itu pelaku meminjam uang untuk bayar uang muka pembelian mobil dengan mengaku jadi polisi.

Namun uang itu dikembalikan setelah tidak jadi membeli mobil. Aksi penipuan ketiga terjadi pada Desember 2019, dimana pelaku meminjam uang dari korban bernama Rudi sebesar Rp 5 juta.

Sunardi juga menipu seorang pemilik bengkel pada bulan Oktober 2020 dengan meminjam motornya. Belakangan motor itu malah digadai hingga mendapat keuntungan Rp 1,5 juta.

Aksi terakhirnya terjadi pada bulan Desember 2020. Tidak tanggung-tanggung pelaku beraksi sebanyak dua kali. Aksi pertama pelaku pinjam uang Rp 1,5 juta dari Nurjali dan dikembalikan Rp 1,2 juta.

Sementara aksi berikutnya hingga membuatnya mendekam di balik jeruji besi ketika menjanjikan mengembalikan motor korban yang hilang dan meminta imbalan Rp 3,5 juta.

"Untuk sekelas (penipuan) besar saya kira tidak ada. Kita menggali hanya sebatas itu saja. Jadi dia meyakinkan korban bisa menyelesaikan masalah di kepolisian," kata Dwi. (jhs)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved