Breaking News:

PBSI

Pernyataan PP PBSI Terkait Hukuman BWF Untuk Delapan Pebulutangkis Indonesia

Bisa dipastikan, delapan pemain yang dihukum BWF tersebut adalah bukan pemain penghuni Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur

Dok.Pribadi
Kabid Humas PP PBSI, Broto Happy Wondomisnowo 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Menyikapi berita dari BWF yang menyebutkan bahwa 8 (delapan) pebulutangkis Indonesia terlibat dalam tindakan pengaturan skor atau tindakan ilegal lainnya, di antanya mengatur pertandingan dengan sengaja mengalah, memanipulasi hasil pertandingan, mengatur hasil pertandingan, dan bertaruh uang dengan berjudi.

"Bisa dipastikan, delapan pemain yang dihukum BWF tersebut adalah bukan pemain penghuni Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur," tegas Kepala Bidang Humas dan Media PP PBSI, Broto Happy.

Ketika mereka melakukan tindakan yang mencederai sportivitas pada tahun 2015 hingga 2017, kedelapan pemain tersebut juga tidak berstatus sebagai pemain tim nasional penghuni Pelatnas Cipayung.

"PBSI mengutuk perbuatan tercela tersebut yang telah mencederai nilai-nilai luhur olahraga yang seharusnya dijunjung tinggi oleh setiap atlet, seperti sportivitas, fair play, respek, jujur, dan adil," tutur Broto Happy.

Baca juga: BWF Hukum Berat Delapan Pebulutangkis Indonesia Karena Mengatur Pertandingan

Sebelumnya BWF dalam rilis resminya mengumumkan ada dua kasus tak terpuji yang dilakukan delapan pebulutangkis Indonesia dan seorang warganegara Malaysia terkait dengan bulu tangkis.

"Mereka melanggar Peraturan Integritas BWF terkait pengaturan pertandingan, manipulasi pertandingan dan/atau taruhan bulu tangkis.Laporan dari whistleblower memungkinkan Unit Integritas BWF untuk memulai investigasi dan mewawancarai sejumlah pelaku terkait masalah tersebut," demikian pernyataan resmi yang dirilis BWF.

Kedelapan pemain untuk sementara diskors pada Januari 2020 hingga keputusan dapat dibuat melalui proses dengar pendapat.

Tiga dari mereka ditemukan telah mengoordinasikan dan mengatur orang lain agar terlibat dalam perilaku tersebut dan telah diskors dari semua kegiatan yang berhubungan dengan bulu tangkis seumur hidup.

Lima orang lainnya diskors antara enam sampai 12 tahun dan denda masing-masing antara 3.000 dan 12.000 dolar AS.

Sesuai Prosedur Yudisial, atlet memiliki hak untuk mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) dalam waktu 21 hari sejak pemberitahuan keputusan yang beralasan.

Daftar pebulutangkis yang dihukum BWF:

1. Hendra Tandjaya (BWF ID 74114)

2. Ivandi Danang (BWF ID 86766)

3. Androw Yunanto (BWF ID 97427)

4. Sekartaji Putri (BWF ID 99009)

5. Mia Mawarti (BWF ID 97080)

6. Fadilla Afni (BWF ID 71946)

7. Aditiya Dwiantoro (BWF ID 58746) 

8. Agripinna Prima Rahmanto Putra (BWF ID 72715)

Editor: Umar Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved