Senin, 18 Mei 2026

PPKM Kota Tangerang

Pedagang Pasar Lama Tangerang Pusing Hadapi PPKM yang akan Diberlakukan Pekan Depan

Para pedagang di Pasar Lama Tangerang khawatir atas kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang mulai diterapkan pekan depan.

Tayang:
Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Andika Panduwinata
Pedagang Pasar Lama Tangerang mengeluhkan kondisi perdagangan saat ini sebagai dampak pandemi virus corona. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Para pedagang di Pasar Lama Tangerang khawatir atas kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang mulai diterapkan pekan depan.

Seperti diketahui, Pemerintah Pusat menerapkan PPKM ketat di Pulau Jawa dan Bali mulai 11-25 Januari, sebagai dampak pandemi virus corona yang kian parah.

Wilayah Tangerang pun termasuk yang diterapkan kebijakan PPKM tersebut.

Situasi perdagangan yang lesu akibat pandemi virus corona, banyak pedagang di Pasar Lama Tangerang yang berhenti berdagang.
Situasi perdagangan yang lesu akibat pandemi virus corona, banyak pedagang di Pasar Lama Tangerang yang berhenti berdagang. (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Akibatnya, para pedagang di Pasar Lama, Kota Tangerang, pun semakin kelabakan dengan adanya aturan itu. Pasalnya, mereka sudah merugi saat ini.

"Iya Senin depan sudah ada sosialisasi soal PSBB ketat ini. Jadinya jualannya dibatasi waktunya," ujar Udin (54), satu dari pedagang minuman segar saat dijumpai Warta Kota di Pasar Lama Tangerang, Jumat (8/1/2021).

Seperti diketahui Pasar Lama merupakan destinasi wisata kuliner di daerah berjuluk Seribu Industri ini. Para pengunjung pun biasanya membludak di saat sebelum pandemi.

"Jam 19.00 harus sudah tutup. Biasanya ya sampai malem di atas jan 22.00," ucap Udin.

Hal senada diungkapkan oleh pedagang lainnya yakni Wiwin (47). Wiwin mengaku omzet terjun bebas imbas penyebaran Covid-19.

"Merugi sampai 50 persen. Bingung buat nutupin keperluan sehari-hari," kata Wiwin.

Terlebih diterapkannya PSBB super ketat ini. Dirinya pun hanya bersikap pasrah.

Jam operasional pusat perbelanjaan dibatasi Pemerintah Kota Tangerang hanya sampai pukul 19.00 WIB untuk mendukung pelaksanaan PSBB itu. Kebijakan ini pun membuat gusar para pedagang di Pasar Lama, Kota Tangerang.
Jam operasional pusat perbelanjaan dibatasi Pemerintah Kota Tangerang hanya sampai pukul 19.00 WIB untuk mendukung pelaksanaan PSBB itu. Kebijakan ini pun membuat gusar para pedagang di Pasar Lama, Kota Tangerang. (Wartakotalive.com)

"Ya mau terus-terusan dagang juga nanti bakalan ditertibkan sama petugas Satpol PP," ungkapnya.

Setali tiga uang dengan yang dialami oleh Rizki (25), pedagang makanan ringan. Dia harus terus bertahan dengan tekanan ekonomi yang semakin sulit.

"Kalau enggak dagang anak istri makan apa? Ini jualan juga jamnya dibatasi. Dan masih terus - terusan seperti ini keadannya," tutur Rizki.

Ketua Aliansi Pedagang Pasar Lama Tangerang, Abu Salam, merespons kebijakan tersebut. Dia mengatakan daripada dibatasi jam operasionalnya, lebih baik ditutup sekalian atau lockdown. 

"Kami setuju jam operasional dibatasi, karena dari kemarin-kemarin di Pasar Lama setiap hari tutup jam 7 malam. Tapi daripada gini terus, lebih baik lockdown saja," ujar Abu.

Menurutnya, keputusan PSBB yang salah satunya membatasi jam operasional dirasa percuma bagi para pedagang terutama di Pasar Lama Tangerang. Pendapatan mereka sangat memprihatinkan.

Sebelum adanya PSBB, Pasar Lama buka hingga pukul 23.00 WIB. Dan di lokasi itu menjadi surga para pemburu kuliner.

"Penghasilan pedagang anjlok, tetapi kasus Covid-19 terus meningkat," ucapnya.

Situasi sepi terlihat di Pasar Lama Tangerang, padahal belum diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Situasi sepi terlihat di Pasar Lama Tangerang, padahal belum diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Abu menyebut kini nasib para pedagang menjadi terkatung-katung.

"Jadi, lebih baik lockdown gitu misalnya seluruh pedagang di Kota Tangerang tutup selama dua bulan, nanti buka lagi yakin ada kepastian," kata Abu.

Dirinya berharap pemerintah realistis dalam menekan kasus Covid-19 serta memberikan kebijakan yang pasti bagi para pedagang. Sehingga nasib para pedagang juga dapat diperhatikan. 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved