Breaking News:

VIDEO Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Pemkab Bogor Gandeng RS Swasta dan Yonkes Kostrad Cilodong

Selain Yonkes Kostrad, Pemkab Bogor juga akan menggandeng 29 rumah sakit swasta untuk menampung lonjakan pasien Covid-19 ini.

Wartakotalive.com/Hironimus Rama
Bupati Bogor Ade Yasin memutuskan menunda kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka pada awal Januari 2021 ini. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG – Pemerintah Kabupaten Bogor menggandeng Batalyon Kesehatan Kostrad Cilodong, Depok, Jawa Barat untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pasca liburan Natal dan Tahun Baru.

“Kita akan membuat MoU (Memorandum of Undestanding) dengan Yonkes Kostrad Cilodong untuk antisipasi jika kita kekurangan tempat untuk isolasi pasien Covid-19,” kata Ade di Cibinong, Kamis (7/1/2021).

Selain Yonkes Kostrad, Pemkab Bogor juga akan menggandeng 29 rumah sakit swasta untuk menampung lonjakan pasien Covid-19 ini.

“Selain RSUD, kita juga meminta rumah sakit swasta menambah kapasitas ruang isolasi untuk pasien Covid-19. Saya pikir RS swasta tidak rugi karena ada penggantian dari pemerintah,” paparnya.

Menurut Ade, penanganan Covid-19 ini bukan penanganan penyakit biasa, jadi harus ada tindakan cepat dan tepat. 

“Penanganan Covid-19 ini kalau kurang apapun, cepat lakukan tindakan dan lapor. Termasuk kalau terkendala anggaran, segera ajukan karena untuk Covid-19 sudah kita siapkan,” tegasnya.

Baca juga: Pemkab Bogor Gandeng 29 RS Swasta dan Yonkes Kostrad Cilodong Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19

“Saat pandemi seperti ini, hukum tertinggi adalah kesehatan rakyat,” tambah Ade.

Dengan kondisi Covid-19 yang makin naik, Ade meminta jajarannya untuk melakukan yang terbaik dan menjalankan semua tindakan sesuai dengan prosedur yang ada. 

Baca juga: VIDEO Ruang Isolasi di Kabupaten Bogor Hampir Penuh, Pasien Covid-19 Melonjak Pasca Libur Nataru

“Kita juga tidak boleh menolak pasien dengan alasan kapasitas sudah melampaui, saya ingin tetap lakukan yang terbaik, jangan takut dan jalankan sesuai prosedur,” ujarnya.

Agar petugas rumah sakit tidak kewalahan, Ade meminta dilakukan perekrutan relawan covid-19. 

"Jika memang kekurangan tenaga medis lakukan perekrutan relawan Covid-19, ajukan anggarannya ke Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor,” ungkapnya.

Baca juga: Tak Ada Satupun Zona Hijau Covid-19 di Kabupaten Bogor, Kegiatan Belajar Mengajar Tatap Muka Ditunda

Ade tidak ingin para tenaga medis semakin banyak yang tepapar Covid-19.

“Kalau makin banyak tenaga medis yang terpapar, kita juga yang akan merasakan dampaknya. Agar tidak kewalahan ajukan relawan Covid-19. Jika memang dirasa dibutuhkan untuk penanganan Covid-19 saya kira ini sangat rasional,” pungkas Ade.

Penulis: Hironimus Rama
Editor: Murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved