Breaking News:

Narkotika

Pengedar Sabu Kemasan Teh Tergiur Jadi Sindikat Narkotika Internasional karena Bayaran yang Tinggi

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan pengedar sabu dalam kemasan teh tergiur karena bayaran yang tinggi.

Penulis: Andika Panduwinata | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Andika Panduwinata
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi beserta jajarannya berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika. Kali ini narkotika dalam kemasan teh beredar di Tangerang. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan pengedar sabu dalam kemasan teh tergiur karena bayaran yang tinggi.

"Sekali mengedarkan satu orang dapat Rp 10 juta," ujar Ade saat dijumpai Warta Kota di Mapolresta Tangerang, Kamis (7/1/2021).

Ade menjelaskan ada empat orang tersangka yang berhasil diamankan polisi. Mereka di antaranya Zul, LJ, HI dan SU.

"Dari pengakuan pelaku mereka baru melakukan pengedaran ini selama dua bulan," ucapnya.

Total ada 5,2 kg sabu yang disita polisi dari tangan pelaku. Saat ini petugas masih melakukan proses penyelidikan lebih lanjut.

"Masih kami kembangkan, ini jaringan internasional. Mereka dapat barang ini dari Malaysia," kata Ade.

Sebelumnya, jajaran Polresta Tangerang berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika. Kali ini narkotika dalam kemasan teh beredar di Tangerang.

"Ada empat orang yang kami tangkap," ujar Ade.

Keempat pengedar barang laknat ini di antaranya Zul, LJ, HI dan SU. Mereka diringkus di tempat dan waktu yang berbeda.

"Total sabu dalam kemasan teh itu seberat 5,2 kg," ucapnya.

Melihat jumlah barang dan modus peredaran, Polresta Tangerang menetapkan mereka adalah sindikat narkoba internasional.

"Ini jaringan internasional, kemasan sabu dalam teh," ujar Ade..

Saat ini polisi masih mendalami kasus tersebut. Petugas berhasil menyita sabu seberat 5,2 kg dalam kemasan teh dari tangan pelaku.

"Mereka mengedarkan sabu ini di sekitar Jabodetabek," kata Ade

Akibat perbuatannya tersebut para tersangka dijerat Pasal 114 UU No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun dan denda minimal Rp 1 miliar, maksimal Rp 10 miliar.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved