Breaking News:

Pencabulan

Vonis Lebih Tinggi dari Tuntutan, Kuasa Hukum Korban Kekerasan Seksual Anak di Gereja Depok Puas

Vonis 15 tahun penjara bagi terdakwa lebih tinggi dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan hukuman kurungan penjara selama 11 tahun.

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Fred Mahatma TIS
Wartakotalive.com/Desy Selviany
Azas Tigor Nainggolan, kuasa hukum gugatan banjir Jakarta di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (17/11/2020). Tigor yang juga kuasa hukum korban kekerasan seksual terhadap anak di Gereja Depok, mengaku puas dengan vonis yang dijatuhkan majelis hakim terhadap terdakwa Syahril Parlindungan Marbun (42) alias SPM. 

"Kami puas dengan vonis yang diputuskan majelis hakim, artinya ini adalah tuntutan maksimal yang dikenakan kepada terdakwa sesuai UU Nomor 35 Tahun 2014, Pasal 82 tentang perlindungam anak..."

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Kuasa hukum korban kekerasan seksual Azas Tigor Nainggolan mengaku puas dengan vonis yang dijatuhkan majelis hakim terhadap terdakwa Syahril Parlindungan Martinus Marbun (42) alias SPM.

Dalam vonisnya, Ketua Majelis Hakim Nanang Herjunanto SH menyatakan terdakwa terbukti bersalah dan menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 200 juta.

Vonis tersebut juga mengharuskan terdakwa membayarkan ganti rugi sebesar Rp 6.524.000 subsider tiga bulan penjara dan juga kepada korban kedua sebesar Rp 11.520.639 subsider tiga bulan penjara.

Baca juga: BREAKING NEWS 15 Tahun Penjara, Vonis untuk Terdakwa Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Gereja Depok

"Kami puas dengan vonis yang diputuskan majelis hakim, artinya ini adalah tuntutan maksimal yang dikenakan kepada terdakwa sesuai UU Nomor 35 Tahun 2014, Pasal 82 tentang perlindungam anak," kata Tigor kepada Warta Kota, Rabu (6/1/2021).

Tigor mengatakan, vonis tersebut lebih tinggi dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan hukuman kurungan penjara selama 11 tahun.

Sehingga dengan demikian, Tigor mengatakan apa yang diharapkan keluarga korban sudah sesuai dengan hasil keputusan majelis hakim.

Baca juga: UPDATE Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Gereja Depok Didakwa Pasal Berlapis, Ini Kisah Ayah Korban

Baca juga: UPDATE Berkas Kasus Kekerasan Seksual Anak di Gereja Depok P21, Kejaksaan Bakal Bersikap Profesional

Tigor juga menambahkan, "Saya pikir, ini putusan sudah tepat, sudah, pas, sudah sesuai."

"Pelakunya jelas, perbuatan cabulnya jelas, lalu ada unsur membohongi dan segala macam. Kemudian, pelaku itu adalah pendidik, pembimbing yang seharusnya mengayomi. Ini yang memberatkan dia, jadinya ngga bisa lolos dari jeratan hukum ini," tandasnya.

Sejak Oktober 2020

Kasus ini naik ke meja hijau setelah ada tiga korban yang melaporkan perbuatan bejat Syahril, dua korban di antaranya merupakan pelapor sedangkan seorang lagi berstatus sebagai saksi sekaligus korban.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved