Kriminalitas Bekasi

Polisi Sebut Pelaku Pengeroyokan Karyawan Hotel di Cikarang Bukan Aparat, Kuasa Hukum Tak Percaya

Korban melalui tim kuas hukumnya dari LBH (Lembaga Bantuan Hukum) Forum Pemuda Kalimantan Barat akan terus mengawal kasus ini.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
Rekaman CCTV ketika Dua orang karyawan Hotel Batiqa Jababeka, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dikeroyok tujuh orang yang diduga anggota TNI, pada Minggu (3/1/2021) dini hari. 

Namun ketujuh tamu tersebut bersikeras untuk memesan minuman dari restoran, maka dari itu keamanan Hotel yang sedang bertugas menghubunginya

"Saat itu juga saya bergegas turun untuk menghandle permintaan ketujuh tamu tersebut. Saya jelaskan lagi kalau jam operasional sudah tutup," terangnya.

Lalu, sejumlah pria itu meminta agar disediakan tempat untuk minum alkohol yang akan beli dari luar.

"Saat itu, saya meminta waktu sebentar ke ruangan yang berada di belakang Front Office untuk menghubungi atasan saya. Selang 3 menit, mereka meminta saya keluar dan memaksa masuk tapi tidak berhasil karena dihalangi oleh AF," imbuhnya.

Namun, saat hendak mengahalangi mereka masuk, AF dipukuli oleh sejumlah pria tersebut.

Tak lama kemudian dirinya keluar dari dalam kantor, salah satu dari ketujuh pelaku langsung menarik kerah baju sampai robek menuju ke area Game Corner.

"Kemudian saya didorong, dipukuli, ditendang dengan sadis sampai saya terjatuh. Tanpa ampun, para pelaku secara bergantian mengeroyok saya yang pada saat itu tidak memberikan perlawanan," imbuhnya.

Setelah ia dipukuli, para pelaku memintanya untuk pulang, namun saat berjalan menuju area luar hotel, pelaku terus memukuli dan mengklaim bahwa pelaku merupakan anggota TNI.

Baca juga: Alasan Kak Seto Sarankan Agar Hak Asuh Gempita Diserahkan ke Gading Marten

Bahkan saat telah sampai di area luar hotel mereka melanjutkan aksi pengeroyokan kepadanya dan AF.

Saat itu, terdapat dua anggota polisi berseragam datang karena dihubungi oleh para pelaku untuk membawanya ke polisi dengan tuduhan atas perilaku tidak sopan.

Kemudian datang juga security kawasan Jababeka, namun tidak ada satupun dari mereka yang menghentikan pengeroyokan tersebut.

"Saya aneh juga kenapa malah kami korban mau dilaporkan, akhirnya setelah panjang laporan kami terima," ungkapnya.

Ia menjelaskan, kejadian pemukulan yang dialami berlangsung dari pukul 02.25 WIB hingga 03.30 WIB.

"Tadi saya dan korban AF yang mengalami luka-luka dan lebam akibat pengeroyokan sudah melakukan Visum di RS Hosanna Medica Hospital yang nantinya kasus ini sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian," tandasnya. (MAZ)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved