Breaking News:

Pencabulan

Ibunda Korban Kasus Kekerasan Seksual Anak di Gereja Depok: Vonis 15 Tahun Penjara Itu Mukjizat

Kebahagiaan dan rasa syukur melingkupi Martha, ibunda korban kekerasan seksual terhadap anak di lingkungan sebuah Gereja di Depok. Mengapa?

Istimewa
ILUSTRASI Kekerasan seksual terhadap anak. Orang tua korban kekerasan seksual terhadap anak di Gereja Depok menyebut bahwa putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Depok itu adalah sebuah mukjizat. 

"Buat kami, putusan Majelis Hakim itu sangat tidak terduga. Ini sungguh-sungguh mukjizat!”

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA –  Rasa haru bahagia dan penuh syukur sangat dirasakan Martha (47) –bukan nama sebenarnya-, ibunda dari salah seorang korban kekerasan seksual terhadap anak, atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Depok yang menjatuhkan vonis 15 tahun terhadap terdakwa.

Betapa tidak, penantian dan perjuangannya bersama sang putra, Gama (15) –bukan nama sebenarnya- ternyata tak sia-sia.

“(Vonis) Ini bukti kalau Gusti mboten sare (Tuhan tidak tidur-red). Kami sangat bersyukur sekali dan ngga tahu mesti bilang apa lagi sama Dia selain terima kasih dan terima kasih selalu,” kata Martha saat dihubungi Warta Kota, Rabu (6/1/2021) malam.

“Bahkan, buat kami, putusan Majelis Hakim itu sangat tidak terduga. Ini sungguh-sungguh mukjizat!” imbuhnya.   

Betapa tidak, putusan hukuman yang dijatuhkan kepada terdakwa Syahril Parlindungan Martinus Marbun (SPM) tersebut lebih tinggi dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Depok.

Baca juga: BREAKING NEWS 15 Tahun Penjara, Vonis untuk Terdakwa Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Gereja Depok

Majelis Hakim PN Depok menjatuhkan vonis 15 tahun penjara terhadap SPM (42) plus denda Rp 200 juta serta restitusi kepada kedua korban masing-masing Rp 6 juta dan Rp 11 juta.

Sementara JPU menuntut terdakwa dengan penjara 11 tahun dan membayar denda Rp 200 juta serta Restitusi sebesar Rp 24 juta bagi kedua korban atau subsider 3 bulan penjara.

“Terima kasih dan apresiasi saya setinggi-tingginya untuk para Majelis Hakim yang sungguh luar biasa,” tutur Martha.

Baca juga: Vonis Lebih Tinggi dari Tuntutan, Kuasa Hukum Korban Kekerasan Seksual Anak di Gereja Depok Puas

Selalu berharap

Lebih lanjut dipaparkan, tuntutan JPU sebenarnya sempat membuat dia dan keluarganya, terutama Gama, down.

Halaman
1234
Penulis: Fred Mahatma TIS
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved