Kecelakaan

Pendaki Gunung Rinjani Tewas Tergelincir ke Jurang di Jalur Senaru, Tepat pada Hari Ulang Tahunnya

Seorang pendaki asal Surabaya tewas di Gunung Rinjani karena tergelincir ke jurang di jalur Senaru, tepat pada hari ulang tahunnya ke-26.

(KOMPAS IMAGES / FIKRIA HIDAYAT)
Gunung Rinjani.Danau Segara Anak dilhat dari puncak Gunung Rinjani di ketinggian 3.726 m. Rinjani merupakan bagian dari Gunung Samalas yang meletus hingga melumpuhkan dunia pada tahun 1257. Superletusan mengakibatkan terbentuknya kaldera dan Danau Segara Anak. 

Kepala Resort TNGR Senaru Isnan Laila Surahmat mengatakan, dirinya mendapat telepon dari Aji dan mengabarkan musibah yang menimpa Fuad pada Jumat pukul 14.00 WITA.

Pukul 16.00 WITA semua tim evakuasi berangkat menuju lokasi kejadian.

DUA Helikopter bersiap melakukan proses evakuasi pendaki Gunung Rinjani.
DUA Helikopter bersiap melakukan proses evakuasi pendaki Gunung Rinjani. (Istimewa)

Namun, karena hujan dan cuaca kurang mendukung, tim pencari hanya sampai di pos 3 jalur Senaru pada malam hari sehingga pencarian dilanjutkan pada Sabtu (2/1/2021) pagi.

"Pencarian dilakukan sepanjang hari. Namun, korban belum ditemukan karena hujan dan jalan yang licin. Hingga datang bantuan tim pencari dan evakuasi dari Badan SAR Mataram," jelas Isnan.

Korban akhirnya ditemukan Minggu sekitar pukul 07.15 WITA dalam kondisi meninggal dunia karena luka yang parah di bagia kepala, perut, dan kaki. 

Jenazah korban dibawa hingga Puskesmas Senaru pukul 16.00 WITA untuk divisum dan disemayamkan di RSUD Kota Mataram pada Minggu malam.

Jalur berbahaya

Isnan menjelaskan, korban diprediksi salah jalur.

Jalur Senaru lama memang berbahaya sejak terjadi longsor bebatuan pada saat gempa Lombok. 

Kedua pendaki asal Surabaya itu melewati jalur lama yang telah mengalami longsor.

Baca juga: Pendaki Gunung Rinjani Lebih 800 Orang saat Gempa Terjadi

"Mereka tampaknya tidak melihat rambu-rambu yang telah dipasang. Pasca-gempa di jalur Senaru, ada beberapa titik yang kami buatkan jalur baru, karena jalur lama sudah tidak bisa dilewati karena longsor batu ketika gempa. Kemungkinan korban jatuh di jalur lama," ujar Isnan.

Proses pencarian jenazah Fuad tergolong sulit.

Selain karena hujan dan jalur yang licin, lokasi jatuhnya korban cukup curam, kedalamannya mencapai 100 meter.

Jenazah korban yang berhasil dievakuasi Minggu sore dan langsung dibawa ke RSUD Kota Mataram menurut rencana akan diterbangkan ke Surabaya Senin (4/1/2021) pagi.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved