Breaking News:

Penipuan

Marinir Gadungan Tertunduk Lesu di Hadapan Dua Wanita Korbannya, Masih 21 Tahun Ngaku Kolonel

Namanya juga marinir gadungan, kegagahan yang dijualnya selama ini, langsung sirna saat dihadapkan para wanita korbannya.

Editor: Wito Karyono
Dok Koarmada I
Anggota Marinir gadungan diamankan Tim Gabungan Lanal Bandung bekerjasama dengan Kodim 0622 dan BIN Kabupaten Sukabumi di Sukabumi, pada Jumat (1/1/2021). Terbaru ia hanya tertunduk ketika dipertemukan dua wanita korbannya 

RY Marinir TNI AL gadungan warga Kampung Babakan RT 09 RW 04, Desa/Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat juga menipu seorang wanita lain yang berasal dari Karawang.

Diketahui, wanita cantik yang ditipu RY itu bernama Amelia Nursyahfitri (23) warga Kampung Kerajan, Desa Cibalongsari, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang.

Amelia mengatakan, dirinya kenal dengan RY melalui aplikasi media sosial (medsos) pada 12 September 2020.

Baca juga: VIDEO Paket Mencurigakan di Kantor Pos, Polisi Temukan Paket Kokain Seberat 122,2 Gram dari Jerman

Kepada Amelia, RY mengaku seorang anggota Marinir TNI AL berpangkat Kolonel yang bertugas di Batalyon Cilandak.

"Kalau kenal dia semenjak pas habis ulang tahun tanggal 12 September lalu, kenalnya di aplikasi, terus ya kenal, kenal, kenal, gak tahunya dia bilang katanya saya dari anggota Marinir

"Saya tanya Marinir mana, dia bilang dari Marinir Batalyon Cilandak. Terus saya tanya leting berapa, dia bilang leting 2015," ujarnya kepada wartawan di Pos AL Palabuhanratu, Senin (4/12/2020) malam.

"Dari situ saya udah tahu dia bohong. Saya penasaran sama orang itu, sampai kapan dia berbohong, saya jalanin."

"Saya minta dia pakai seragam, saya perhatiin di sini (bagian leher baju) ada bintang tanjung tiga, itu kan arinya kolonel, tapi topinya prada, terus saya tanya mana nama kamu di baju," jelas dia.

Baca juga: Kak Seto Minta Hak Asuh Anak Gisella Anastasia dan Gading Marten Jangan Didramatisasi

Ia mengaku belum pernah bertemu secara langsung dengan RY. Sekitar dua bulan Amelia berkomunikasi dengan RY melalui media sosial.

Selama komunikasi, Amelia menuturkan, RY meminjam uang kepadanya sebesar Rp 6 juta.

Kepada Amelia, RY beralasan uang pinjaman itu akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi.

"Saya gak pernah ketemu sama dia, saya kenal sama dia sekitar 2 bulan, ada satu bulan full saya kontak sama dia. Gak ada ngajak nikah gak ada."

"Ada (meminta uang) sekitar ada Rp 6 juta, dengan alasan ada kebutuhan dia, terus ada masalah pribadi dia, dengan alasan dia untuk beli sepatu, beli baju, buat kenang-kenangan bilangnya," terangnya.

Amelia menyebut, RY baru membayar uang pinjaman tersebut sebesar Rp 300 ribu.

Amelia meminjamkan uang kepada RY dengan mentransfer ke nomor rekening berbeda lebih dari 10 kali.

Baca juga: Chacha Sherly Eks Trio Macan Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Beruntun Langsung Dimakamkan Hari Ini

"Via transfer, saya tunggu tanggal 14 Desember itu tunggu, cuma dia bayar sebesar Rp300 ribu. Alasan pekerjaan pinjam uang ada alasannya buat ongkos.

"Saya meminjamkan uang karena pengen tahu dia seperti apa, gak tahunya kan seperti itu," katanya.

"Lebih dari 20 kali transfer, nyicil ya gak langsung 6 juta. Tapi setiap transfer itu satu hari dua kali."

"Atas nama rekeningnya (RY) mungkin rekening ayahnya, dia gak punya rekening, jadi pas transfer itu dia selalu pakai rekening bapaknya, keluarganya, bahkan mungkin nama lain luar keluarganya juga ada," jelasnya.

Tak hanya meminjamkan uang, Amelia juga membelikan sepatu dan jaket untuk RY dengan harga ratusan ribu. Ia menyebut, uang yang dia habiskan untuk membelikan sepatu dan jaket sebesar Rp 1,2 juta.

"Baju, topi, sabuk (TNI) dia saya gak tahu dapat dari mana, cuma memang sepatu PDL dua pasang itu saya belikan, harga sepatu lumayan Rp 800 ribu, dengan jaket itu ada Rp 1,2 juta," tuturnya.

"Mudah-mudahan ini jadi pelajaran, kalau mau ngaku-ngaku jadi anggota itu mending mikir-mikir dulu, karena nanti yang rugi dianya sendiri," katanya.

Baca juga: Kabid Binpres PBSI Rionny Mainaky Pengganti Susy Susanti, Jabatan Kabid Binpres Itu Sangat Menantang

Komandan Pos AL Palabuhanratu, Peltu Ede Ayi Jalaludin mengatakan, penangakapan dilakukan terhadap RY (21) anggota Marinir TNI AL gadungan di kediamannya di Kampung Babakan, RT 09/04, Desa/Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, sekitar pukul 11.45 WIB.

Ede menjelaskan, motif RY mengaku sebagai Marinir TNI AL ingin disebut gagah dan digunakan untuk mencari pacar.

"Ya itu, dia pertama ingin gagah, ingin orang percaya bahwa dia seorang perwira Marinir dan memang untuk mendekati wanita-wanita, mencari pacar," ujarnya di Pos AL Palabuhanratu.

Danposal menambahkan, kronologi penangkapan RY berawal dari media sosial (medsos) miliknya.

Di mana RY sering berpose dan mengupload fotonya ke medsos dengan menggunakan seragam TNI AL.

"Betul anggota kami menjemput tersangka yang mengaku sebagai Kolonel Marinir TNI Angkatan Laut, kita amankan di Pos AL Palabuhanratu untuk dimintai keterangan. Awalnya di medsos dia mengaku sebagai perwira berpangkat Koloner Marinir," ujarnya.

"Kemudian yang memang itu kita khawatirkan karena medsos ini berkembang begitu pesat, memang banyak kejanggalan, masa pangkat kolonel semuda itu," katanya.

Saat ini, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait adanya korban atau tidak dari perbuatan RY yang mengaku sebagai Marinir TNI AL tersebut.

"Adapun korban-korban dari medsos dan beberapa memberikan uang, masih kita dalami," ujarnya.

Baca juga: VIDEO Seorang Pencuri Sepeda Motor Jadi Bulan-bulanan Warga, Gagal Kabur Karena Tabrak Pintu Pagar

Salah Satu Korbannya Diiming-imingi Akan Dinikahi

Ulah RY marinir gadungan ini mengakibatkan banyak korban.

Salah satunya SY (19), bunga desa di Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

RY sendiri si marinir gadungan adalah warga Kampung Babakan, Desa/Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi.

SY menceritakan, dirinya kenal dengan marinir gadungan gadungan yang mengaku berpangkat Kolonel itu pada bulan September 2020.

Wanita yang baru keluar SLTA tahun 2019 itu mengatakan, setelah awal kenal RY langsung datang ke rumahnya mengajak menikah.

Bahkan, RY menjanjikan akan membawa artis ternama Nikita Mirzani dan jaksa terkenal.

Karena, RY (marinir gadungan) mengaku ibunya merupakan jaksa di wilayah Jakarta Timur dan mengaku bahwa ayahnya pemilik tambang batu bara di Kalimantan.

"Awal mulanya kan deket bulan September, pas waktu hubungannya dia serius, pertamanya katanya tunangan dulu aja, tapi pas bulan Oktober akhir dia bilang yaudah langsung nikah aja," ujarnya di Pos AL Palabuhanratu kepada wartawan, Senin (4/1/2021).

"Nah disana itu kan udah ada perjanjian tanggal 14 November itu lamaran, dia mau bawa keluarganya, terus mau bawa Nikita Mirzani, sama kan dia ngakunya ibunya Jaksa di Jakarta Timur dan ayahnya pemilik tambang batu bara di Kalimantan. Dia katanya mau bawa Nikita Mirzani sama jaksa-jaksa yang terkenal kaya gitu," terangnya.

Saat akan menerima lamaran, SY menuturkan, keluarganya sudah melakukan berbagai persiapan. Bahkan sampai membeli seekor sapi dan dua ekor kambing.

Hal itu dilakukannya karena RY mengatakan akan datang membawa artis Nikita Mirzani dan rombongan jaksa ternama.

Namun, sayang saat ditunggu RY tidak kunjung datang. Sampai nomor telepon RY tidak bisa dihubungi.

"Pas tanggal 14 kan wajar orang kampung, yang gak ada di ada-adain, kaya masakan, terus keluarga sudah pada kumpul, sodara sudah pada kumpul. Pas ditunggu gak dateng, dia alasannya katanya mau ke Geopark dulu, abis itu baru ke rumah saya, keluarga saya sudah beli satu ekor sapi, sama dua ekor kambing," katanya.

"Pas ditungguin dua hari gak ada, pasa tanggal 16 itu masih bisa dihubungin, pas tanggal 16 akhir itu udah gak aktif nomernya. Kita kan jadi was-was, kita ingin nanyain kebenarannya gimana," jelasnya.

Sampai akhirnya, ia mencari RY ke Parungkuda (alamat diakui RY terhadap korban). Namun, nama RY tidak dikenal di lokasi tersebut.

"Kita maksain datang, saya diantar sama bibi saya, katanya kan dia ngomong punya rumah di Parungkuda dekat stasiun. Udah nanya juga ke RT RT nya kurang lebih disana lebih 1 jam gak ada katanya, gak ada namanya Randi," ujarnya.

Karena tidak diketahui keberadaanya di Parungkuda, SY bergegas ke rumah saudaranya mencari keberadaan pelaku.

"Akhirnya kan jalan satu-satunya kita datang aja ke rumah saudaranya, kebetulan saya juga pernah diajak main kesana. Kebetulan disana ada neneknya, dan disana saya tahu bahwa dia bukan anggota TNI dan dia juga pengangguran katanya belum kerja," jelasnya.

Iming-iming Harta Pasca Dinikahi

SY menjelaskan, sebelum lamaran, pelaku menjanjikan akan membelikan SY mobil dan sejumlah perhiasan.

Bahkan, pelaku juga menjanjikan akan membiayai pernikahan kakaknya dengan uang Rp40 juta. Dan akan memberikan uang lamaran (pelaku) kepada SY sebesar Rp70 juta.

"Ya, dia pertama tentara, jadi katanya udah mapan, punya rumah sendiri, pas sebelum lamaran katanya mau ngasih saya mobil, seperangkat perhiasan. Kan saya punya kakak, kakak saya belum menikah, sama dia katanya mau dimodalin 40 juta, mau cukup mau enggak katanya 40 juta jangan sampai nyusahin orang tua saya," tuturnya.

"Terus dianya juga mau seleh ke saya 70 juta. Semua dekorasi udah ditanggungjawab sama dia. Jadi kan dia seriusnya itu udah ngomong sama keluarga, jadi kan cowok ngomong datang langsung ke rumah, tapi kan kenyataannya gitu," jelasnya.(M Rizal Jalaludin)

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul UPDATE Marinir Gadungan Itu Tertunduk di Hadapan 2 Perempuan yang Ditipunya,  Penulis: M RIZAL JALALUDIN

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved