Breaking News:

Berita Jakarta

Harga Tempe Melonjak Tajam, Mabes Polri Terjunkan Satgas Pangan Selidiki Kenaikan Harga Kedelai

Harga Tempe Melonjak Tajam, Mabes Polri Terjunkan Satgas Pangan Selidiki Kenaikan Harga Kedelai. Berikut Selengkapnya

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan memastikan bahwa Satgas Pangan Mabes Polri tengah menyelidiki dan memonitor penyebab naiknya harga kedelai yang melonjak tajam belakangan ini.

"Sudah menjadi tugas pokok dari Satgas Pangan untuk memonitor kegiatan-kegiatan tersebut. Untuk itu, satgas pangan tetap menjalankan tugas memonitor dan menyelidiki," kata Ramadhan di Mabes Polri, Senin (4/1/2021).

Sementara ini kata Ramadhan, belum ada hasil dari penyelidikan. 

"Ya, sampai sejauh ini belum ada hasil penyelidikan hal-hal tersebut. Tentunya satgas pangan tetap melakukan pemantauan. Nanti hasilnya akan kami update," kata dia.

Seperti diketahui kenaikan harga kedelai yang menjadi bahan baku utama tempe dan tahu diprediksi para pengrajin akan terus mengalami peningkatan hingga akhir bulan Februari 2021 mendatang. 

Baca juga: Satu Pegawai Terpapar Covid-19, Kantor Sudin Citata Jakpus Ditutup Total

Ketua Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) DKI Jakarta, Sutaryo mengatakan harga kedelai global diprediksi akan terus melonjak naik hingga akhir Februari 2021.

Kondisi itu bisa terjadi akibat imbas dari langkah Cina yang meningkatkan impor kedelai dari Amerika Serikat yang dikenal sebagai negara produsen kedelai terbesar di dunia tersebut. 

"Awal Maret Cina sudah mengalihkan pembelian (kedelai) ke Brasil. Brasil nanti Maret baru panen, jadi sampai akhir Februari kemungkinan terus naik," kata Sutaryo, Minggu (3/1/2021). 

Meski ada empat negara produsen kedelai yakni Amerika Serikat, Brasil, Argentina, dan Kanada, tapi hanya kedelai dari Amerika Serikat saja yang cocok untuk produksi tempe dan tahu. 

Baca juga: Kota Bekasi Dapat Jatah Vaksin Covid-19 Sebanyak 11.983 Dosis, Tapi Hanya untuk Tenaga Kesehatan

Alhasil butuh waktu sedikitnya dua bulan setelah Cina mengalihkan pembelian dari Amerika Serikat ke Brasil agar harga kedelai global bisa kembali turun ke harga semula. 

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved