Berita Nasional

Diperiksa Polisi terkait Aksi 1812, Slamet Maarif: Kami Hanya Tuntut Keadilan Kematian 6 Anggota FPI

Dari dua orang yang dipanggil penyidik itu, baru Slamet Ma'arif yang datang memenuhi panggilan penyidik.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Feryanto Hadi
Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau
Slamet Ma'arif saat penuhi panggilan Polda Metro Jaya, Senin (4/1/2021). 

WARTA KOTA, SEMANGGI  -- Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma'arif  datang memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya terkait aksi 1812 yang digelar FPI dan beberapa ormas lainnya yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti-Komunis (ANAK) NKRI, pada 18 Agustus 2020 lalu di Jakarta.

Polda Metro Jaya, Senin (4/1/2021) hari ini menjadwalkan memeriksa dua orang saksi.

Baca juga: Anggota DPR RI Ali Taher Parasong Dimakamkan di TPU Selapajang dengan Protokol Covid-19

Dua saksi itu adalah A, selaku pemilik kendaraan komando aksi yang sempat disita polisi serta Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma'arif selaku panitia aksi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakaan dari dua orang yang dipanggil penyidik itu, baru Slamet Ma'arif yang datang memenuhi panggilan penyidik.

Slamet Ma'arif datang sekitar pukul 11.00, disusul kuasa hukumnya.

Baca juga: Jokowi Teken PP Kebiri Predator Seksual Anak, Pakar Psikologi Forensik Ragukan soal Efektivitas

Baca juga: Pelajari Keputusan Pemerintah, Kesimpulan Hamdan Zoelva FPI Bukan Ormas Terlarang Seperti PKI

"Hari ini terkait aksi 1812 di Patung Kuda, kami jadwalkan memeriksa dua saksi. Yakni A selaku pemilik kendaraan dan SM selaku panitia aksi. Yang bisa hadir baru SM," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Senin (4/1/2021).

Menurutnya terhadap SM dilakukan protokol kesehatan yakni pemeriksan rapid tes antibodi dan tes swab antigen.

Baca juga: VIDEO Terkait Aksi 1812, Ketua PA 212 Slamet Maarif Diperiksa Penyidik Polda Metro Jaya

"Hasilnya non reaktif untuk dua tes itu. Sehingga dilakukan pemeriksaan oleh penyidik dan saat ini masih berlangsung. Hasilnya seperti apa, kita tunggu saja," katanya.

Sementara Slamet Ma'arif yang datang ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Senin, kepada wartawan menyatakan saat aksi 1812 ia adalah peserta aksi dan bukan panitia aksi.

"Saya peserta dan saya belum hadir, tapi sudah dibubarkan  terlebih dahulu. Saya dipanggil sebagai saksi tapi saya belum tahu saksi untuk siapa. Karena di situ gak disebutkan saksi untuk siapanya," kata Slamet.

Baca juga: Ketua PA 212 Slamet Maarif Janji Hadiri Jadwal Pemeriksaan oleh Polda Metro Jaya Terkait Aksi 1812

Dalam aksi itu kata Slamet, pihaknya hanya meminta keadilan agar proses hukum terhadap 6 laskar FPI yang ditembak mati polisi penyidikannya dilakukan secara transparasi, terbuka dan pelakunya bisa diusut.

"Sehingga kita intinya ingin Presiden buat TGPF. Itu sebetulnya tujuan aksi hari itu dan itu dilindungi Undang-undang," kata Slamet.

Baca juga: Produsen Tahu Tempe di Depok Kuras Tabungan Untuk Modal Saat Harga Kedelai Melonjak

"Saya belum sempet ke lokasi, saya denger sudah selesai acaranya karena dibubarkan. Dan saya balik arah dan saya imbau untuk peserta kembali ke rumah masing-masing," kata Slamet.

Untuk dokumen yang dibawa dalam pemeriksaan kali ini kata Slamet semuanya diurus tim kuasa hukumnya.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved