Breaking News:

Berita Foto

FOTO : Perajin Tempe di Tangerang Kembali Berproduksi

Setelah beberapa hari melakukan aksi mogok memproduksi tempe, para pengusaha dan pekerja kembali beroperasi

Penulis: M Nur Ichsan Arief | Editor: Alex Suban
Wartakotalive.com/Nur Ichsan
Perajin tempe, Sahir (50), membuat tempe di kawasan Buaran Indah, Kota Tangerang, Minggu (3/1/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Setelah beberapa hari melakukan aksi mogor, para perajin tempe dan tahu kembali beroperasi.

Seperti halnya Sahir (50), perajin tempe di kawasan Buaran Indah, Kota Tangerang, Minggu (3/1/2021).

Perajin tempe, Sahir (50), membuat tempe di kawasan Buaran Indah, Kota Tangerang, Minggu (3/1/2021).
Perajin tempe, Sahir (50), membuat tempe di kawasan Buaran Indah, Kota Tangerang, Minggu (3/1/2021). (Wartakotalive.com/Nur Ichsan)

Ia kembali memproduksi tempe buatannya, setelah sempat mogok berproduksi selama 3 hari.

Pemogokan ini dilakukan karena melonjaknya harga kedelai impor, yang menjadi bahan baku pembuatan tempe.

Meskipun sudah berproduksi tapi Sahir mengaku belum berani menaikan harga jual tempenya karena takut ditinggalkan para pelanggan setianya.

Baca juga: Pengrajin Tempe Mulai Produksi, Nmaun Tetap Berharap Presiden Jokowi Mengambil Tindakan

Baca juga: Harga Kedelai Diprediksi Pengrajin Tempe Tahu Naik Hingga Akhir Februari 2021 

Perajin tempe, Sahir (50), membuat tempe di kawasan Buaran Indah, Kota Tangerang, Minggu (3/1/2021).
Perajin tempe, Sahir (50), membuat tempe di kawasan Buaran Indah, Kota Tangerang, Minggu (3/1/2021). (Wartakotalive.com/Nur Ichsan)

Seperti diberitakan sebelumnya, Kenaikan harga tempe dan tahu di tahun 2021 ini dipicu dari ketergantungan impor Indonesia terhadap tiga negara produsen kedelai.

Pengamat pangan Dwi Andreas Santosa mengatakan bahwa sampai saat ini Indonesia masih bergantung bahan baku tempe dan tahu dari Amerika Serikat, Brazil, dan Argentina.

Sedangkan, akhir tahun lalu Brazil sudah mengimpor besar-besaran kedelai kepada China jauh sebelum harga kedelai mulai merangkak naik.

Hal itu membuat pasokan impor kedelai di Brazil juga menipis.

Baca juga: SP3 Kasus Chat Mesum Rizieq Shihab Dibatalkan, Mahfud MD: Proses Hukum Harus Diteruskan

Sementara itu di Argentina, akhir tahun lalu negara itu hadapi mogok besar-besaran dari petani.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved