Breaking News:

CATAT! Mulai Tahun 2021, Kendaraan Tak Lulus Uji Emisi akan Ditilang Rp 500.000

Sanksi tilang kendaraan yang tidak lulus uji emisi akan dikenakan sebesar Rp 250.000 untuk sepeda motor dan Rp 500.000 untuk mobil.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Mohamad Yusuf
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Pada tahun 2021 ini kendaraan yang tidak lulus uji emisi akan dikenakan sanksi tilang.Sanksi tilang kendaraan yang tidak lulus uji emisi akan dikenakan sebesar Rp 250.000 untuk sepeda motor dan Rp 500.000 untuk mobil. Sanksi yang diberikan kepada kendaraan yang tak lulus uji emisi ini yaitu sanksi disinsentif dan sanksi tilang yang akan dilakukan oleh pihak kepolisian bekerjasama dengan Dishub dan Dinas Lingkungan Hidup. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAGAKARSA - Pada tahun 2021 ini kendaraan yang tidak lulus uji emisi akan dikenakan sanksi tilang.

Sanksi tilang kendaraan yang tidak lulus uji emisi akan dikenakan sebesar Rp 250.000 untuk sepeda motor dan Rp 500.000 untuk mobil.

Sanksi yang diberikan kepada kendaraan yang tak lulus uji emisi ini yaitu sanksi disinsentif dan sanksi tilang yang akan dilakukan oleh pihak kepolisian bekerjasama dengan Dishub dan Dinas Lingkungan Hidup.

Baca juga: Baru Dilarang oleh Pemerintah, FPI Ganti Nama jadi Front Persatuan Islam, Deklarasi di Jakarta

Baca juga: Polisi yang Bunuh Diri, Tembak Anak dan Istri di Depok Dikenal Tetangga Sosok Pendiam dan Kreatif

Baca juga: Ternyata Pria Berinisial MYD di Video Syur, Seorang Pengusaha dan Kerap Bekerjasama dengan Gisel

Plt Kadis LH DKI Jakatta Syarifudin mengatakan Pergub 66 ditetapkan pada 22 Juli tahun 2020, selama enam bulan ini pihaknya melakukan sosialisasi sebelum implementasi Pergub itu efektif pada 24 Januari 2021.

Syarifudin menyebut jika sosialisasi uji emisi ini dilakukan tak lain, untuk mengugah kesadaran masyarakat untuk mau memeriksa kendaraan yang dimilikinya.

"Melakukan uji emisi kendaraan juga sebagai upaya yang sangat efektif untuk meningkatkan kualitas udara yang semakin baik di Jakarta," kata Plt Kadis LH DKI Jakarta Syarifudin saat menghadiri uji emisi di TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (30/12/2020).

Terkait penerapan sanksi, dikatakan Syarifudin jika pihaknya telah membuat sistem terintegrasi dengan Dispenda dan Kepolisian.

Dirinya mencontoh kan jika kendaraan tersebut tidak lulus uji emisi, ketika parkir di pusat perbelanjaan maka 
dikenakan sanksi disinsentif pada tarif tertinggi parkir yang berlaku.

Baca juga: Viral Penjual Surat Tes PCR Palsu 1 Jam jadi, Bebas Pilih Tanggal, Kepergok Dr Tirta Langsung Ngamuk

Baca juga: Risma Blusukan, Warga Kolong Tol Penjaringan Dijanjikan Relokasi ke Tempat Layak Seperti di Surabaya

Baca juga: Pihak Pelapor Minta Gisel Berikan Hak Asuh Anak Pada Gading Marten

Baca juga: Harap Diperhatikan, Mulai Besok, Mal dan Kafe di Kabupaten Bekasi Wajib Tutup Pukul 19.00 WIB

"Tetapi ketika dia lulus uji emisi berlaku pada tarif standar," katanya.

Menurut Syarifudin, Pergub tahun 66 tahun 2020 tebtang uji emisi gas buang Kendaraan Bermotor ini berlaku bagi seluruh pemilik kendaraan bermotor perseorangan dan juga motor.

"Ini berlaku semua kendaraan yang beroperasi di Provinisi DKI baik Pemerintah masyarakat dan aturan yang lama itu pergubnya tidak mengatur motor tapi dengan pergub 66 ini motor pun juga wajib uji emisi," ujarnya.

Baca juga: Politisi Partai Demokrat Bandingkan Utang Indonesia Saat Dipimpin Presiden SBY dan Presiden Jokowi

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved