Breaking News:

Pengamen Berkostum Super Hero Mengamuk di Gedung Juang Tambun Gara-gara Suasana Sepi

Gedung Juang Tambun hingga ruas jalan di Kabupaten Bekasi juga terlihat lengang. Suasana ini berbeda dengan tahun sebelumnya.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Agus Himawan
Wartakotalive.com/Muhammad Azzam
Seorang pengamen berkostum super hero mengamuk di Gedung Juang 45 Jalan Sultan Hasanudin, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (31/12/2020) malam. Dia meminta memaksa untuk mangkal di lokasi itu untuk mencari uang, karena sudah berkeliling tidak menemukan titik keramaian atau kumpul-kumpul warga. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Seorang pengamen berkostum super hero mengamuk di Gedung Juang 45 Jalan Sultan Hasanudin, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (31/12/2020) malam. Dia mengamuk lantaran kesal tidak kunjung menemui titik keramaian untuk mangkal mencari uang.

Saat sampai di Gedung Juang 45 Tambun, pria yang datang dengan sepeda motor bersama kedua anaknya itu juga tak melihat ada keramaian orang. Bahkan saat hendak memaksa untuk mangkal pria itu diusir petugas Kepolisian dan TNI yang berjaga di lokasi.

"Maaf pak engga bisa ke sini, ditutup. Tidak boleh masuk kawasan ini (Gedung Juang)," ujar seorang anggota Kepolisian dan TNI di lokasi. Pria itu lantas mengamuk dan menunjukkan sebuah speaker besar dengan costum tokoh super hero spidermen kepada petugas.

Baca juga: Remaja Jadi Pengguna Terbesar Medsos, Survei Perilaku Seksual Remaja Perlu Dilakukan

Baca juga: Pep Guardiola Kabarkan Tiga Pemain Inti Manchester City Positif Covid-19 Jelang Laga Lawan Chelsea

Dia meminta memaksa untuk mangkal di lokasi itu untuk mencari uang, karena sudah berkeliling tidak menemukan titik keramaian atau kumpul-kumpul warga. "Saya salah apa pak, saya mau cari uang ini. Saya mau di sini, ini lihat saya sudah siapkan buat cari uang. Tolong lah boleh diam di sini," tutur pria tersebut.

Petugas menjelaskan kepada pria itu bahwa lokasi ditutup dan tidak boleh ada warga yang datang. Pria itu tetap memaksa hingga sempat adu mulut dengan petugas.

"Ini demi kebaikan bersama dan kesehatan bersama pak. Lagi di sini juga sepi tidak boleh ada orang, silahkan bapak keliling saja ngamennya jangan mangkal," ungkap anggota TNI dan Polisi tersebut. Setelah diberikan pengertian, akhrinya pengamen itu pergi sambil mengenakan kostum super hero spidermen.

Suasana sepi dan lenggang menyambut pergantian tahun di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (31/12/2020).

Pantauan Wartakotalive.com, kawasan bisnis di Tambun, tempat wisata Gedung Juang Tambun hingga ruas jalan di Kabupaten Bekasi juga terlihat lengang. Suasana ini berbeda dengan tahun sebelumnya yang selalu ramai saat malam pergantian tahun.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan mengapresiasi serta berterima kasih kepada masyarakat yang telah mematuhi himbauan agar tidak merayakan tahun baru diluar rumah. Hasil pemantauannya, seluruh masyarakat maupun pelaku usah mematuhi intruksi serta kebijakan terkait batas operasional usaha di malam tahun baru.

"Saya bersama Dandim dan unsur aparatur pemerintah lainnya berkeliling dalam pelaksanaan pengamanan tahun baru. Alhamdulillah kita lihat masyarakat mematuhi himbauan sudah kita sampaikan jauh-jauh hari terkait dengan larangan kegiatan malam tahun baru," kata Hendra saat meninjau kawasan Metland Tambun, pada Kamis (31/12/2020).

Hendra menyebut dari hasil pemantauannya serta laporan anggota di lapangan, semua serantak tutup pukul 19.00 WIB mulai dari tempat kuliner, pusat perbelanjaan maupun tempat wisata.

"Saya lihat juga dijalanan sepi, artinya himbauan kami meminta masyarakat melaksanakan tahun baru di rumah itu terlaksana dengan baik, alhamdilillah," beber dia.

Baca juga: Cristiano Ronaldo Ingin Bermain Bola Hingga Tua seperti Gianluigi Buffon

Baca juga: Tahun 2020 Pemkab Bogor Raih Berbagai Penghargaan, Tahun Baru 2021 Tetap Keras Keras dan Disiplin

Hendra juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran kepolisian, TNI, dan usur pemerintah hingga ke tingkat desa maupun RT RW yang telah menyosialiasikan secara masif himbauan terkait kebijakan tersebut.

Seperti disampaikan Pangdam Jaya serta Kapolda Metro Jaya, pengamanan kali ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Saat ini operasi pengamanan diiringi dengan operasi kemanuansia pengamanan penyebaran covid-19 agar tidak terjadi peningkatan yang tinggi.

"Kita lihat jalan sepi warung-warung sudah tutup, tempat-temlat berkumpul juga lampunya dimatikan bahkan ada yang digembok sehingga tidak lagi kerumunan. Tapi kami tetap patroli dan lakukan tindakan operasi yustisi," paparnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved