Breaking News:

Dikeroyok 13 Remaja Saat Malam Tahun Baru, 1 Anggota TNI Tewas Alami Sejumlah Luka Tusuk, 1 Kritis

Atas kejadian pengeroyokan tersebut, satu anggota TNI Prada Yopan Setiandi (21) yang bertugas di Yonif 144/Jaya Yudha, Kabupaten Rejang Lebong tewas. 

Editor: Mohamad Yusuf
Istimewa
ILUSTRASI Pengeroyokan 

Adapun kronologi kejadian, seperti dijelaskan lurah, adalah sebagai berikut.

Kejadian bermula ketika pada Sabtu dini hari lurah mendapatkan laporan adanya kerumunan di Waroeng Brothers yang masuk wilayah Cipete Utara, Jakarta Selatan.

Saat itu, ia dan jajaran sedang menyisir kawasan Jalan Antasari untuk menghalau aksi balap liar yang memang sering terjadi di sana.

Baca juga: Almisbat: Habib Rizieq Shihab bukan Tokoh yang Untouchable

Baca juga: Polisi Langsung Cekal Habib Rizieq usai Jadi Tersangka, Cegah Imam Besar Kabur ke Luar Negeri

Nurcahya pun mendatangi cafe yang dimaksud.

Suara musik terdengar keras dari cafe itu. Juga ada kerumunan pengunjung yang ramai bernyanyi dengan kencang.

Nurcahya mengungkapkan, saat itu sekitar pukul 01.30 dirinya mendatangi cafe itu untuk memberi peringatan agar tidak ada kerumunan dan menegur pemilik agar melarang pengunjungnya berisik.

Pasalnya, warga sekitar merasa terganggu dengan aktivitas di cafe itu.

Ia pun mencoba menemui pemilik Cafe bernama Fery.

Sempat terjadi cek cok mulut dengan pemilik cafe tersebut.

Namun, di luar dugaan pengunjung yang berjumlah ratusan orang memberikan respon kurang baik terhadap kedatangan Bu Lurah beserta FKDM.

Baca juga: Sempat Diledek Puluhan Remaja, Polisi Letuskan Tembakan Peringatan, Balap Liar di Duren Sawit Bubar

Nurcahya menyebut, sebagian besar pengunjung berada dalam pengaruh minuman keras.

"Seakan tidak diterima dengan kegiatan Anggota FKDM yg masuk ke dalam cafe mengambil foto dan video, sehingga mulai terjadi cek-cok mulut antara pengunjung cafe dengan saya dan Anggota FKDM," kata Nurcahya, Kamis (10/12/2020).

Selanjutnya, kekerasan terhadap Lurah Cipete Utara beserta jajarannya mulai terjadi.

Dimana para pengunjung marah dan memaksa untuk merampas Hp milik anggota FKDM agar segera menghapus foto dan video yang ia rekam.

Baca juga: Kawasan Monas Masih Jadi Lokasi Favorit Cornering dan Balap Liar

Dalam kejadian tersebut, imbuh Nurcahya, aksi perampasan paksa serta kekerasan fisik dan argumentasi yang diduga diprovokatori oleh pemilik Cafe justru kian memuncak.

Pihak pengelola bukannya melerai dan berusaha menenangkan pengunjungnya, justru balik menyerang dengan kata-kata kasar.

"Saya sempat ajak pemilik cafe untuk ikut ke kantor kelurahan saja karena sudah tidak kondusif. Dia tidak mau. Bilangnya bukan jam kerja. Saya balik tantang, saya lurah jam kerjanya 24 jam karena bertanggungjawab kepada lingkungan dan masyarakatnya," terang Nur Cahya.

Baca juga: Polisi Akan Jemput Paksa Habib Rizieq, Imam Besar FPI kini Terancam Tiga Tahun Hukuman Penjara

Dua HP dirampas dan dibanting hingga hancur setelah foto dan videonya dihapus oleh salah satu pengunjung cafe yang mengaku anak dari Perwira Kopasus.

Sementara itu, beberapa orang terus menyerang Nurcahya hingga menyebabkan sejumlah luka.

"Saya dipukul di bagian wajah, ada yang narik-narik. Itu cewek muda yang mukul," ungkapnya.

Setelah kurang lebih satu jam, Lurah Cipete Utara bersama satu anggota FKDM dan satu anggota PPSU berhasil keluar dari amukan para pengunjung cafe dan bergegas masuk mobil untuk kemudian melaporkan kejadian ke Polsek Kebayoran Baru.

Sementara 4 anggota FKDM lainnya masih disandera oleh pengunjung dan pemilik cafe.

Di dalam perjalanan menuju kantor Polsek, Lurah Cipete Utara melihat petugas dari Polres Jaksel di halaman Lipo Mall Kemang yang sedang berjaga menghalau komunitas motor.

Baca juga: Hadirkan Ahli, Munarman sebut Enam Pengawal Habib Rizieq Ditembak dari Jarak Dekat di Bagian Jantung

Setelah menerima Laporan dari Lurah Cipete Utara, para polisi itu langsung menuju Cafe Waroeng Brothers dan langsung menindak dan mengamankan lokasi.

Empat orang dari cafe diamankan, salah satunya pemilik cafe, tetapi pengunjung yang melakukan tindak kekerasan sudah tidak berada di TKP.

Setelah kejadian tersebut, Lurah Cipete Utara dirujuk ke RSPP Pertamina untuk melakukan Visum akibat kekerasan fisik yang ia alami. Setelah itu Bu Lurah langsung membuat laporan pengaduan atas kekerasan.

Baca juga: Habib Rizieq: Kita Hadapi dengan Elegan,Tempuh Jalur Hukum, Ada Saatnya Kita Akan Jihad Fisabilillah

Satu orang jadi tersangka

Dalam kasus tersebut, Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Jimmy Christian Samma mengatakan, pihaknya telah menahan satu dari dua tersangka di Mapolres Jaksel.

“Satu atau dua lagi masih pencarian kami karena masih penyidikan kasusnya,” ucap AKBP Jimmy dikonfirmasi Kamis (10/12/2020).

Pelaku yang diamankan merupakan perempuan muda berinisial RQ (22).

“Waktu ditangkap karena sudah lebih dari sehari anaknya sudah tidak ada pengaruh alkohol. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan,” paparnya .

AKBP Jimmy memyebut, kejadian tersebut bermula saat pengunjung cafe tak terima ketika mendapat teguran dari lurah.

"Intinya ramai-ramai di kedai brother. Ditegur sama Ibu lurah. Mereka nggak terima. Jadi cekcok," ujarnya.

Baca juga: Redam Situasi, Cak Nun Usulkan Dialog Empat Mata Antara Jokowi dan Habib Rizieq, Harus Win-win Game

Kasat menambahkan, terjadi penganiayaan dalam peristiwa itu.

"Dikeroyok. Ada yang megang tangan, ada yang tangannya narik leher bu lurah. Ada yang mukul bu lurah," tandasnya.

AKBP Jimmy memastikan pihaknya sudah mengantongi identitas pelaku pengeroyokan lainnya.

"Ya sudah diketahui, sedang dikejar. Kemungkinan mereka bersembunyi," tandasnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved