Berita Depok

Survei KPAI Menggambarkan Perilaku Seks Bebas Kalangan Remaja di Indonesia

Survei KPAI menggambarkan perilaku seks bebas kalangan remaja di Indonesia. Kondisi itu harus disikapi oleh negara.

Penulis: Dodi Hasanuddin | Editor: Dodi Hasanuddin
Wartakotalive.com/M Nur Ichsan Arief
Ilustrasi, Survei KPAI menggambarkan perilaku seks bebas kalangan remaja di Indonesia. Kondisi itu harus disikapi oleh negara. 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Ketua Yayasan Ibnu Sina, Windarto, menyebutkan bahwa survei KPAI pada tahun 2007 tentang perilaku seksual remaja di 12 kota besar menggambarkan kondisi umum perilaku seksual remaja di Indonesia.

"Data hasil survei itu menggambarkan kondisi umum perilaku seksual remaja di kota-kota di Indonesia, termasuk Depok," kata Windarto, Jumat (1/1/2021).

Apakah data tersebut masih relevan digunakan atau tidak tentang kondisi perilaku seksual remaja saat ini?

Menurut Windarto, saat ini bukan lagi mempertanyakan data tersebut masih relevan atau tidak.

Melainkan data tersebut dipahami sebagai sebuah pesan apakah negara melihatnya sebagai sebuah persoalan.

Apakah angka-angka itu dipahami sebagai potensi kerusakan moral yang dialami generasi muda di Indonesia.

"Jangan sampai angka-angka itu hanya dibicarakan tanpa ada langkah konkret. Negara harus hadir untuk menyelesaikannya," ujarnya.

Windarto menambahkan bahwa negara hadir mengatasi persoalan angka-angka tersebut salah satunya dengan menerbitkan Undang-undang yang membatasi pornoaksi dan pornografi.

Perlu diketahui bahwa dari hasil survei KPAI pada tahun 2007, dari 4.500 remaja yang disurvei 97 persen di antaranya mengaku pernah menonton film porno.

Sebanyak 93,7 persen remaja SMP dan SMA pernah berciuman serta happy petting alias bercumbu berat dan oral seks.

Hal yang menyedihkan adalah 62,7 persen remaja SMP mengaku sudah tidak perawan lagi.
Bahkan, 21,2 persen remaja SMA mengaku pernah melakukan aborsi. Data ini dipublikasikan pada tahun 2007, 12 tahun yang lalu.

Kemudian Data Unicef pada tahun 2016 lalu juga menunjukkan bahwa kekerasan kepada sesama remaja di Indonesia diperkirakan mencapai 50 persen.

Baca juga: Istri Korban Penembakan Polisi di Sukmajaya Depok Ternyata Seorang Guru, Putranya Memohon Doa

Menurut peneliti pusat studi kependudukan dan kebijakan (PSKK) UGM, tingkat kenakalan remaja kenakalan remaja yang hamil dan melakukan upaya aborsi mencapai 58 persen.

Tak hanya itu, bebagai penyimpanan remaja, seperti narkoba, miras dan berbagai hal lainnya menjadi penghancur generasi bangsa hari ini.

Selanjutnya adalah Sepanjang 2015, Dinas Kesehatan DIY mencatat ada 1.078 remaja usia sekolah di Yogyakarta yang melakukan persalinan.

Dari jumlah itu, 976 diantaranya hamil di luar pernikahan.

Angka kehamilan di luar nikah merata di lima kabupaten/kota di Yogya. Di Bantul ada 276 kasus, Kota Yogyakarta ada 228 kasus, Sleman ada 219 kasus, Gunungkidul ada 148 kasus, dan Kulon Progo ada 105 kasus.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved