Diduga karena Masalah Ekonomi, Tukang Tambal Ban di Pondok Aren Bakar Diri Ingin Akhiri Hidup

Aksi bakar diri itu dilakukan pria tersebut, tepat di depan kediaman yang dikontraknya bersama sang istri.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Yaspen Martinus
ISTIMEWA
Aparat Polsek Pondok Aren bersama warga mengevakuasi pria yang nekat membakar diri. 

Ini karena kita akan membandingkan kehidupan kita dengan orang lain, ditambah membeli kebutuhan hidup yang tak mudah.

Orang yang baru ke luar dari penjara juga berisiko, karena ketidakmampuan untuk kembali ke kehidupan sosial. Adaptasi yang tidak mudah membuat seseorang memiliki ketahanan mental yang rendah.

 Jadwal Lengkap Pertandingan Kualifikasi Piala AFC U-23 2020

4. Filosofi tentang kematian

Beberapa orang memiliki filosofi berbeda tentang kematian. Bahkan muncul istilah “orang yang bunuh diri, bukan ingin mengakhiri hidupnya, tetapi ingin mengakhiri rasa sakit yang dirasakan.”

Rasa sakit di sini bisa mengacu pada rasa sakit yang disebabkan oleh penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Orang-orang seperti ini tidak dalam keadaan depresi. Mereka melihat tidak adanya peluang untuk hidup, sehingga memilih takdirnya sendiri dengan mempercepat rasa sakit tersebut.

5. Sakit mental lainnya

Studi Psychological Autopsy menemukan bahwa dalam kasus bunuh diri ditemukan adanya satu atau lebih diagnosis sakit mental pada 90 persen orang yang bunuh diri.

Juga ditemukan satu dari dua puluh orang yang menderita skizofrenia mengakhiri hidupnya. Kasus bunuh diri juga ditemukan pada kelainan kepribadian seperti antisosial, borderline, dan narcissistic personality disorder.

Faktor lainnya yang harus diwaspadai adalah:

 Galeri Foto Indonesia Juara Piala AFF U-22 2019, Indra Sjafri: Tuhan Jawab Doa Kita Semua

- Pengalaman buruk

Trauma yang terjadi pada masa kecil dapat terkonsep pada alam bawah sadar kita, sehingga ada kesulitan untuk keluar dari ketakutan tersebut.

Trauma tersebut akan menghambat seseorang, bahkan jika seseorang tidak sanggup memaafkan diri sendiri atas hal buruk yang terjadi padanya. Dampak fatalnya, ia berisiko bunuh diri.

Faktor keturunan juga bisa menyebabkan seseorang melakukan bunuh diri. Jika ada keluarga Anda yang memiliki riwayat bunuh diri, Anda perlu melatih afirmasi positif ketika memiliki masalah berat atau dalam keadaan apa pun, tetaplah berpikir positif.

 LIVE STREAMING Arsenal Vs Bournemouth: Misi Pertahankan Posisi Empat Besar

Tanda seseorang yang ingin bunuh diri bisa diamati jika ada perubahan prilaku yang terjadi pada keluarga atau kerabat Anda. Bisa jadi ia tak mampu menghadapi permasalahannya dan sedang membutuhkan pertolongan.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved