Diduga karena Masalah Ekonomi, Tukang Tambal Ban di Pondok Aren Bakar Diri Ingin Akhiri Hidup

Aksi bakar diri itu dilakukan pria tersebut, tepat di depan kediaman yang dikontraknya bersama sang istri.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Yaspen Martinus
ISTIMEWA
Aparat Polsek Pondok Aren bersama warga mengevakuasi pria yang nekat membakar diri. 

Seringnya, seseorang menyadari ada sesuatu yang tidak beres dengan dirinya, namun ia tidak tahu cara keluar dari masalah.

Begitu juga, ketika seseorang murung dan selalu menutup diri, kadang orang-orang mengira itu adalah kepribadiannya, “mungkin ia pemalas”, misalnya, atau muncul asumsi bahwa mungkin ia sedang sedih saja.

 DPRD Tak Suka Cara Wali Kota Cilegon Mau Minta Bantuan Pemerintah Pusat tapi Jelekkan Kota Bekasi

Depresi membuat seseorang berpikir tidak rasional, seperti ‘tidak ada lagi yang menyayangi dirinya’, ‘hidup selalu seperti ini’, atau bahkan ‘hidup ini tidak akan terpengaruh jika tidak ada aku’.

Pemikiran-pemikiran keliru seperti itu yang membuat orang depresi enggan melakukan sesuatu, bahkan tidak lagi ingin hidup.

Orang yang mengalami depresi akan menjadi tertutup, sehingga jika seseorang memiliki gejala ingin bunuh diri, orang sekitarnya pun akan kesulitan menyadarinya. Kita tidak tahu seberapa berat masalah yang sedang ia hadapi, apa yang ada dalam pikirannya.

 DPRD Minta Wali Kota Cilegon Minta Maaf karena Sindir Bekasi Macet, Rahmat Effendi Tak Tersinggung

2. Impulsif

Ini berarti melakukan sesuatu berdasarkan dorongan hati (impulse). Impulsif memang tidak sepenuhnya buruk, selalu ada sisi baiknya.

Orang-orang impulsif dapat melakukan kemajuan dengan cepat, dan spontanitasnya baik. Tetapi orang yang impulsif biasanya menjadi ceroboh dan cenderung nekat.

Yang terburuk adalah ketika pikiran negatif datang, ia bisa saja spontan melakukan sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan, seperti mabuk-mabukan yang tidak bertanggung jawab, atau menyayat tangannya secara tiba-tiba. Begitu juga dengan keinginan bunuh diri yang tiba-tiba muncul karena dorongan hati.

 Din Syamsudin: Cintailah Capresmu Sedang-sedang Saja, karena Boleh Jadi Dia akan Engkau Benci

3. Masalah sosial

Ada beberapa orang yang berniat tidak ingin bunuh diri, tapi akhirnya ia meninggal secara tidak sengaja karena ulahnya sendiri.

Contohnya, ketika seorang remaja memiliki masalah dengan keluarga atau hubungan pertemanannya bahkan menjadi korban bullying, lalu untuk mendapatkan perhatian atau menyerang balik orang yang membuatnya sedih, ia akhirnya meminum alkohol yang dicampur obat tidur Valium dengan dosis yang banyak, sehingga mengakibatkan kematian.

Orang-orang yang tidak memiliki dorongan bunuh diri, sebenarnya hanya butuh pertolongan, tetapi ia tidak mampu menahannya. Ia berpikir dengan berbuat hal sembrono dapat menyadarkan orang-orang yang menyakitinya.

 Empat Fakta Pria Mengamuk di Musala Sambil Teriak Takbir, Mengaku Sebagai Titisan Syekh Siti Jenar

Selain itu, tidak mendapat pekerjaan juga menjadi faktor orang melakukan bunuh diri. Mendapat pekerjaan memang menjadi beban sosial saat ini, di mana semua orang hidup dalam dunia kompetisi, bersantai-santai di rumah malah bisa memicu stres.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved