5 Kasus Kriminal Terbesar di Kota Bekasi Sepanjang Tahun 2020,Pria Mutilasi PSK hingga Mutilasi PMKS

Beberapa di antaranya menjadi buah bibir masyarakat karena kasusnya yang begitu unik atau bahkan sadis.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Mohamad Yusuf
National Geographic
Ilustrasi pembunuhan. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Sederet kasus kriminal terjadi di Kota Bekasi sepanjang tahun 2020.

Beberapa di antaranya menjadi buah bibir masyarakat karena kasusnya yang begitu unik atau bahkan sadis.

Seperti kasus pembunuhan seorang seorang PSK dengan pelaku pelanggannya.

Hingga pembunuhan yang dilakukan manusia silver terhadap PMKS.

Berikut 5 kasus besar Kota Bekasi yang terjadi di sepanjang tahun 2020:

1. Temannya Berutang, Seorang Remaja Disekap dan Disandera Di Apartemen, Kabur bak Spiderman

Peristiwa nahas dialami oleh seroang remaja berinisial MR (17), hanya karena temannya berutang, ia disekap dan disandera oleh 8 orang anak muda di sebuah apartemen lantai 19 kawasan Bekasi Selatan, Kamis (1/10/2020) lalu.

Awalnya, MR diajak temannya yang memiliki utang untuk menemui kelompok anak muda tersebut di dekat SPBU kawasan Bulak Kapal.

Setelah bertemu, temannya yang berutang malah kabur dan pergi meninggalkan MR sehingga ia dipukuli dan dipaksa untuk ikut ke apartemen untuk dijadikan sandera.

Di lantai 19, ia dipukul menggunakan stik golf dan dipaksa untuk memberitahukan keberadaan temannya.

Pelaku beralasan temannya memiliki tunggakan apartemen yang belum dibayarkan.

Di malam harinya, MR nekat kabur dengan cara melompat dari balkon TKP di lantai 19 ke balkon kamar lainnya. Hingga lantai 10, MR kemudian meminta pertolongan sekuriti yang mengantarkannya ke Polres Metro Bekasi Kota.

Polisi langsung mengamankan 8 orang pelaku penyekapan dan menjerat mereka dengan Pasal 328 KUHP tentang Penculikan, Pasal 333 KUHP tentang Penyekapan dan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan.

2. Tergiur Uang 1,8 Juta Seorang Pria Bunuh PSK Usai Open BO

Seorang pria berinisial BBA membunuh teman kencannya yang merupakan seorang PSK berinisial SS di sebuah kamar kost kawasan Marga Mulya, Bekasi Utara, Minggu (25/10/2020) lalu.

Awalnya, BBA janjian dengan korban melalui aplikasi percakapan singkat Mi Chat, disepakati harga Rp 450 ribu untuk sekali melakukan hubungan badan.

Usai melakukan hubungan badan, BBA kemudian melihat SS memasukkan uang pembayaran ke dalam dompet yang total berisi uang Rp1,8 juta. 

Ia pun langsung mendorong korban dan menyumpal mulutnya menggunakan baju.

Lalu, SS ditikam di bagian leher dan perut sebelah kiri menggunakan pisau yang dibawanya dari rumah.

Setelah korban terkapar, ia mencari dompet tersebut namun tak diketemukan. Alhasil, ia langung pergi melarikan diri ke rumah orang tuanya.

Pelaku yang telah berkeluarga dan memiliki 1 orang anak ini, kemudian mengakui perbuatan tersebut ke istrinya. Istri BBA kemudian melaporkan suaminya sendiri ke polisi.

Hanya selang beberapa jam saja setelah kejadian, BBA dijemput polisi. Ia dikenakan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

3. Seorang Vokalis Band Dikeroyok 5 Sekuriti Kafe di Jatisampurna

Viral di media sosial yang memperlihatkan rekaman CCTV detik-detik saat seorang pria dikeroyok oleh 5 orang sekuriti.

Kanit Reskrim Polsek Pondok Gede Iptu Santri Dirga mengatakan peristiwa tersebut terjadi di sebuah kafe kawasan Jatisampurna, Pondok Gede, pada Minggu (6/12/2020) lalu.

Seorang vokalis band berinisial RH (27) jadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh 5 orang sekuriti kafe tersebut.

"Awalnya korban bernyanyi sambil naik ke pengeras suara dan diikuti pengunjung lain," kata Dirga, Selasa (15/12/2020) lalu.

Para sekuriti meminta korban untuk tak mengulangi hal tersebut.

Namun, RH tak mengindahkan peringatan para sekuriti sehingga mereka naik pitam.

Usai manggung, korban ditarik keluar kafe dan dikeroyok. Ia mengalami luka lebam di bagian wajah.

"Sebanyak 5 pelaku telah kami tetapkan sebagai tersangka dan kami kenakan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan," tuturnya.

4. Seorang Manusia Silver Memutilasi Predator PMKS

Seorang pemuda berinisial AYJ (17) memutilasi pria berinisial DS (24) yang belakangan diketahui merupakan seorang predator pencabulan anak-anak di bawah umur, khususnya para PMKS.

Kasus itu terkuak saat warga menemukan 2 potongan tubuh korban di tempat terpisah, bagian torso di Jalan KH Noer Ali dan bagian tangan kiri di Kayuringin, pada Senin (7/12/2020) lalu.

Pada Rabu (9/12/2020), Unit Resmob Polda Metro Jaya menangkan AYJ di kawasan Jakasampurna, Bekasi Barat. Di sana, ia mengakui perbuatannya yang telah memutilasi DS menjadi 5 bagian.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengungkapkan motif pembunuhan didasari karena pelaku kesal kerap dipaksa melakukan hubungan sesama jenis tanpa bayaran.

"Pengakuan korban sudah lebih dari 50 kali dilakukan asusila. Awalnya sekali ditiduri, dibayar Rp 100.000. Setelah itu mulai berkurang dan bahkan tidak dibayar. Korban kemudian sakit hati," ucap Yusri.

Selain itu, belakangan diketahui bahwa DS juga memaksa teman-teman AYJ, yang juga merupakan PMKS, untuk memenuhi nafsu birahinya.

5. Seorang Remaja Tewas Ditangan Geng Akatsuki Di Bekasi Utara

Seorang remaja berinisial APP (16) tewas dibegal sekelompok pemuda di Jalan Perjuangan, Bekasi Utara, Senin (21/12/2020) lalu.

Sebanyak 7 dari 8 orang tersangka yang mengaku beradal dari Geng Akatsuki 2018 telah diamankan Polres Metro Bekasi Kota.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Widjonarko menjelaskan para pelaku awalnya berniat melakukan tawuran, namun saat konvoi, mereka tak menemukan lawannya.

"Aktivitasnya kadang juga kegiatan tawuran, namun pada saat itu, tidak sempat yah melaksanakan tawuran. Saat mereka konvoi bersama-sama, melihat korban berada sendirian, dan di antara mereka berbisik bahwa itu (korban) salah satu lawannya. Sehingga melakukan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap korban," kata kapolres.

APP yang kala itu sedang berkendara pulang ke rumah pada dini hari, tewas akibat dibacok para pelaku.

Motor korban dibawa kabur dan jenazahnya dibiarkan tergeletak di pinggir jalan.

"Pelaku menggunakan sepeda motor, itu berpapasan dengan satu orang korban yang menggunakan sepeda motor. Tiba-tiba kelompok pelaku langsung mengeroyok dengan menggunakan senjata tajam, sehingga korban sempat melawan," ucapnya.

Sebanyak 3 orang pelaku yang telah berusia di atas 17 tahun akan diancam Pasal 365 ayat 4 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup. (abs)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved