Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Patuhi Protokol Kesehatan, Persediaan Stok Rapid Test Antigen di Kabupaten Bekasi Terbatas

Dalam dua pekan terakhir ini, pemeriksaan kesehatan lebih banyak dilakukan dalam metode tes cepat antigen atau rapid test antigen.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Intan Ungaling Dian
Wartakotalive.com/Muhammad Azzam
Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Gatot Eddy Pramono melakukan peninjauan kegiatan rapid test antigen gratis di rest area KM 19 Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (24/12/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Persedian stok rapid test antigen di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terbatas.

Apalagi dalam dua pekan terakhir ini, pemeriksaan kesehatan lebih banyak dilakukan dalam metode tes cepat antigen atau rapid test antigen.

“Kalau di Pemkab Bekasi sendiri ketersediaan banyak stok rapid test antibody dan tes usap PCR. Untuk antigen terbatas," kata Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, dr Alamsyah, Rabu (30/12/2020).

Meski demikian, kata Alamsyah, ketersediaan rapid test antigen di rumah sakit swasta dipastikan masih aman dan mencukupi.

Baca juga: Ada 8 Karyawan di Depok Positif Covid-19, PT Tokai Diminta Rapid Test Antigen Menyeluruh

Baca juga: Cegah Klaster Baru, Pemkot Jakarta Pusat Siagakan Petugas Rapid Test di Taman Tugu Tani

Permintaan rapid test antigen meningkat karena kebijakan Kementerian Perhubungan yang mewajibkan penumpang kereta api, pesawat dan bus lebih dulu melakukan rapid test antigen.

"Kami sudah komunikasi dengan rumah sakit terkait ketersediaan antigen ini," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Umum dan Keuangan Rumah Sakit Karya Medika II Tambun, Widya Basuki memastikan tidak ada kendala dalam pelayanan rapid test antigen kepada masyarakat.

Namun, biaya untuk melakukan rapid test antigen ini naik.

"Pengiriman dari distributor pun masih mencukupi meski harganya naik. Tapi tarif masih mengikuti aturan pemerintah yakni Rp 250.000," ujarnya.

Baca juga: Sopir Truk dan Kuli Angkut di Pasar Induk Kramatjati Jadi Sasaran Rapid Test Antigen

Baca juga: Meski Tanpa Rapid Test, PMI Kota Bekasi Pastikan Covid-19 Tak Mempengaruhi Darah Pendonor

Dia mengatakan, sampai saat ini tidak mengalami kendala dalam mendapatkan stok rapid test antigen.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved