Selasa, 19 Mei 2026

Berita Video

VIDEO: Ada Varian Baru Covid, Bandara Soetta Tingkatkan Kewaspadaan

Hal di dilakukan sebagai langkah proteksi terkait ditemukannya virus varian baru SARS-CoV-2, yang dapat menular secara lebih cepat.

Tayang:
Penulis: MNur Ichsan Arief | Editor: Ahmad Sabran
Warta Kota/Rizki Amana
Calon penumpang menuju Terminal II pemberangkatan di Bandara Soekarno-Hatta pada musim libur Nataru 2020. (Warta Kota/Rizki Amana) 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Bandara Soekarno Hatta berupaya meningkatkan kewaspadaan terhadap penumpang penerbangan dari luar negeri baik itu WNA dan WNI, Selasa (29/12/2020).

Hal di dilakukan sebagai langkah proteksi terkait ditemukannya virus varian baru SARS-CoV-2, yang dapat menular secara lebih cepat.

Untuk antisipasinya pihak Bandara Soekarno Hatta, menurunkan Satgas Covid-19 gabungan untuk melakukan pengawasan dan mendata para penumpang penerbangan dari kuar negeri, baik itu WNA maupun WNI.

Kemudian para pendatang ini diarahkan petugas untuk melakukan swab dan menjalani karantina selama 5 hari.

Terhitung mulai tanggal 1-14 Januari 2021, pemerintah melarang WNA masuk ke Indonesia.

Kemunculan varian baru virus corona kini membuat heboh penduduk dunia.

Diketahui, virus corona varian baru itu merupakan virus corona mutasi yang pertama kali ditemukan di Inggris.

Lalu, apa saja gejala terinfeksi virus corona varian baru? Seperti apa ciri-ciri terinfeksi varian baru virus corona?

Virus tersebut kabarnya kini sudah sampai ke Singapura, terdeteksi dari seorang pelajar yang berasal dari Eropa.

Baca juga: Kronologi Aa Gym Sampai Divonis Positif Covid-19, Termasuk Ulama yang Rajin Kampanyekan 3M

Baca juga: Surat Edaran Larangan WNA Masuk ke Indonesia karena Adanya Varian Baru Virus Covid-19

Baca juga: Dewi Perssik Sembuh dari Covid-19 Varian Baru, Kenali 7 Gejalanya Salah Satu Ruam di Kulit

Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran baru.

Pasalnya, masalah pandemi covid-19 belum selesioa, mundur lagi virus corna baru hasil mutasi.

Lantas, adakah ciri-ciri yang bisa dikenali dari virus corona baru hasil mutasi ini?

Untuk diketahui, setidaknya ada delapan negara telah melaporkan adanya temuan varian baru virus corona yang muncul di negaranya.

Mulai dari Irlandia Utara, Isreal, Singapura, Denmark, Belanda, Australia, Italia, Gibraltar, dan diduga juga muncul di Perancis, dan Afrika Selatan.

Paling dekat, Singapura mengonfirmasi bahwa mutasi virus corona seperti virus dengan jenis yang sama yang menyebar di Inggris.

Melansir dari Times of India, National Health Service (NHS) pun menyoroti gejala Covid-19 yang kerap dialami pasien saat terinfeksi virus corona jenis baru ini.

Selain gejala umum Covid-19 seperti demam, batuk kering, dan hilangnya indra penciuman dan perasa, ada 7 gejala lain yang dikaitkan dengan varian baru corona.

Berikut gejala infeksi virus corona oleh varian baru:

- Kelelahan

- Kehilangan selera makan

- Sakit kepala

- Diare

- Kebingungan

- Nyeri otot

- Ruam kulit

"Jika Anda mengalami gejala apa pun terkait Covid-19, jangan ambil risiko"

"Anda dan keluarga harus segera melakukan isolasi dan idealnya sesegera mungkin untuk melakukan tes," ucap peneliti dari King's College.

Simak Peringatan WHO

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendesak anggotanya di Eropa untuk meningkatkan upaya melawan varian baru virus corona SARS-CoV-2 yang menyebar di Inggris. Di luar Inggris.

Varian baru virus corona ditemukan pada 9 kasus di Denmark, serta masing-masing 1 kasus di Belanda dan Australia.

"Di seluruh Eropa, di mana penularannya intens dan meluas, negara-negara perlu menggandakan pendekatan pengendalian dan pencegahan mereka," ujar juru bicara WHO, 20 Desember 2020.

Anggota WHO di seluruh dunia diminta merunut virus SARS-CoV-2 dan berbagi data urutan internasional, khususnya bagi negara yang melaporkan adanya mutasi virus yang sama.

WHO mencatat, strain baru dari virus corona ini kemungkinan dapat menyebar lebih mudah di antara orang-orang dan memengaruhi tes diagnostik.

"Informasi awal bahwa varian tersebut dapat memengaruhi kinerja beberapa tes diagnostik," tulis WHO.

Sementara itu, pembuat vaksin Moderna Inc meyakini kekebalan yang ditimbulkan oleh vaksin buatannya akan melindungi varian baru Covid-19 di Inggris.

Perusahaan itu berencana menjalankan tes untuk memastikan efektivitas vaksin terhadap strain apa pun.

Perusahaan yang berbasis di AS itu menjelaskan akan melakukan tes tambahan vaksin dalam beberapa minggu mendatang untuk memastikan ekspektasinya.

Pernyataan Moderna ini muncul di tengah rencana pemerintah Inggris untuk menempatkan sebagian besar wilayahnya di bawah pembatasan paling ketat.

Hal ini disebabkan oleh munculnya varian baru virus corona yang lebih menular 40-70 persen.

Pfizer sebelumnya juga telah mengklaim bahwa sampel darah dari orang yang diimunisasi dengan vaksinnya mungkin dapat menetralkan strain baru dari Inggris.

Hingga saat ini, belum ada bukti bahwa vaksin, baik yang dibuat oleh Pfizer dan BioNTech, tidak akan melindungi terhadap varian baru yang dikenal sebagai garis keturunan B.1.1.7 ini.

Seperti diketahui, strain baru virus corona yang ditemukan di Inggris ini telah menyebar ke sejumlah negara, termasuk Australia dan Singapura.

Varian Baru Virus Covid-19, Surat Edaran Larangan WNA Masuk ke Indonesia

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menerbitkan regulasi yang berisi larangan sementara bagi warga negara asing (WNA) memasuki wilayah Indonesia, menyusul ditemukannya virus SARS-CoV-2 varian B117 yang bisa menular lebih cepat dibandingkan dengan varian sebelumnya.

Ketentuan yang tertuang dalam Surat Edaran Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 No.4/2020 secara khusus mengatur pelarangan masuknya warga asing dari semua negara ke Indonesia.

Surat edaran ini berlaku sejak 28 Desember hingga 14 Januari 2021.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan dengan surat edaran terbaru tersebut maka regulasi yang mengatur pelaku perjalanan luar negeri dalam SE No. 3 dan addendum SE No. 3 dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan SE No. 4.

Adapun untuk WNA yang tiba pada 28 hingga 31 Desember 2020 tetap menggunakan ketentuan dalam addendum SE No. 3.

Regulasi sebelumnya memang mengatur pelarangan masuk WNA, tetapi dalam skala yang terbatas.

Addendum Surat Edaran No. 3/2020, khususnya memperketat pengawasan kedatangan pelaku perjalanan Eropa dan Australia, dan melarang WNA Inggris memasuki Indonesia.

“Ketentuan baru dalam SE No.4, secara lebih luas melarang semua warga negara asing untuk memasuki Indonesia"

"kecuali pemegang izin tinggal diplomatik, izin tinggal dinas dan pemegang kartu izin tinggal terbatas dan kartu izin tinggal tetap,” tutur Doni dalam siaran pers, Senin, (28/12/2020).

Doni menegaskan, larangan sementara WNA memasuki Indonesia semata-mata diputuskan pemerintah untuk melindungi masyarakat dan berlaku untuk sementara.

“Sejumlah negara juga diketahui telah memberlakukan ketentuan serupa seperti Jepang. Jadi ini merupakan sebuah langkah umum dalam rangka mencegah dan mengendalikan penularan Covid-19.”

Aturan WNI

Adapun pelaku perjalanan WNI dari seluruh negara asing yang memasuki Indonesia, baik secara langsung maupun transit di negara asing, harus menunjukkan hasil negatif melalui tes RT-PCR di negara asal yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum jam keberangkatan dan dilampirkan pada saat pemeriksaan kesehatan atau e-HAC Internasional Indonesia.

Para pelaku perjalanan baik WNI maupun WNA yang dikecualikan sehinga diperbolehkan memasuki Indonesia pada saat kedatangan dilakukan tes ulang RT-PCR dan diwajibkan menjalani karantina selama 5 hari.

Ketentuan ini berlaku bagi WNI di tempat akomodasi karantina khusus yang telah disediakan oleh pemerintah dan bagi WNA di tempat akomodasi karantina dengan biaya mandiri (hotel/penginapan) yang telah mendapatkan sertifikasi Kementerian Kesehatan.

Dalam hal hasil pemeriksaan ulang RT-PCR pada saat kedatangan menunjukkan hasil positif maka dilakukan perawatan di rumah sakit bagi WNI dengan biaya ditanggung oleh pemerintah dan bagi WNA dengan biaya mandiri.

Sejauh ini, pemerintah telah menyediakan 17 hotel dengan kapasitas 3.570 kamar sebagai tempat isolasi mandiri.

(BanjarmasinPost.do.id/Wartakotalive.com)

Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id dengan judul "Ciri dan Gejala Infeksi Virus Corona Baru Hasil Mutasi, dari Kebingungan, Diare Hingga Ruam Kulit"

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved