Breaking News:

Tawuran

Kerap Jadi Lokasi Tawuran, Polsek Jatinegara Dirikan Posko Antitawuran

Sebuah posko antitawuran dibangun di kawasan RW 07 dan RW 08, Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur. Daerah itu kerap menjadi tempat tawuran

Warta Kota/Desy Selviany
Peletakan pertama batu pembangunan posko anti tawuran di Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (26/12/2020) (Polsek Jatinegara). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sebuah posko anti tawuran dibangun di kawasan RW 07 dan RW 08, Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur. Wilayah itu kerap menjadi lahan tawuran antara kedua RW tersebut.

Kapolsek Jatinegara Kompol Yusuf Suhadma mengatakan pembangunan posko untuk mengantisipasi tawuran yang kerap terjadi di kedua RW.

Nantinya di Posko itu akan ada 10 orang yang menjaga. Mereka terdiri dari warga RW 07 dan RW 08.

"Jadi ketika ada indikasi tawuran bisa dicegah dan dilaporkan," kata Yusuf dikonfirmasi, Sabtu (26/12/2020).

Pembangunan posko di kedua RW itu sebagai tindak lanjut atas kasus penyerangan kelompok bersenjata tajam di Jalan Bekasi Timur IV, Jumat (11/12/2020) lalu.

Dari hasil pemeriksaan Satreskrim Polrestro Jakarta Timur penyerangan tak hanya dilakukan sejumlah warga RW 08, namun melibatkan kelompok dari luar.

Warga yang berjaga di posko nanti diberi rompi dan pembinaan agar membantu mencegah tawuran.

Menurut Yusuf, dua RW itu sudah sering tawuran, bahkan sebelum ia menjadi Kapolsek Jatinegara. Posko yang terletak di Jalan Bekasi Timur IV mulai dibangun 23 Desember 2020.

Kapolsek Jatinegara hadir langsung untuk meletakan batu pertama. Sumber dana pembangunan dari semua RW di Kelurahan Cipinang Besar Utara, Lurah, Camat, Kapolsek, Danramil, dan beberapa LMK.

Namun Posko itu dibangun langsung oleh warga. Konstruksi posko komunitas antitawuran di Jalan Bekasi Timur IV direncanakan memiliki tinggi 2,8 meter, panjang 2,4 meter, dan lebar 1,5 meter.

Pihaknya berharap setelah posko dibangun kasus tawuran tak lagi terjadi. Diprediksi pembangunan posko selesai akhir tahun 2020 ini.

Sebelumnya, dua kelompok pemuda melakukan tawuran Jumat (11/12/2020) di Jalan Bekasi Timur IV. Akibat tawuran itu warga RW 07 alami kerugian hingga Rp 20 juta.

Kerugian akibat kaca Sekretariat RW 07 yang pecah dan CCTV satu rumah warga yang rusak. Ada juga kaca dari delapan gerobak delapan pedagang di sekitar lokasi juga dirusak.

Kurun waktu bulan September hingga awal Desember 2020 tercatat tujuh kasus tawuran terjadi di Jalan Bekasi Timur IV persis tempat lokasi posko dibangun. 

Penulis: Desy Selviany
Editor: Valentino Verry
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved