Breaking News:

Kilas Balik

Hari Ini 16 Tahun Tsunami Aceh Bersamaan dengan Idul Adha dengan Gempa Berkekuatan 9 SR

Pada tanggal itu, sebuah bencana alam besar telah menyapu rata sebagian wilayah Aceh, yang juga mengundang duka bagi seluruh dunia.

KOMPAS.COM/DASPRIANI Y. ZAMZAMI / Handout
Kemunculan awan menggulung bak gelombang laut tsunami di langit Meulaboh, Senin (10/8/2020) mengejutkan warga Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. 

WARTAKOTALIVE.COM -- Hari ini 16 tahun tsunami Aceh tepat pada 26 Desemver 2004. 

26 Desember 2004 adalah tanggal yang tak mungkin dilupakan begitu saja oleh masyarakat Aceh.

Saat itu Hari Raya Idul Adha ketika itu berlangsung dalam suasana duka.

Pada tanggal itu, sebuah bencana alam besar telah menyapu rata sebagian wilayah Aceh, yang juga mengundang duka bagi seluruh dunia.

Baca juga: Fenomena Awan Mendung Mirip Ombak Tsunami di Langit Pelabuhan Paotere Makassar, Netizen: Tanda-tanda

Baca juga: Ifan Seventeen Menangis Lihat Film Kemarin, Perjalanan Band Seventeen yang Berakhir Tragedi Tsunami

Di pengujung tahun 2004, tepatnya pada Minggu 26 Desember 2004 sekitar pukul 08.30 WIB, sepanjang 800 km wilayah pesisir barat Aceh luluh lantak oleh gelombang tsunami, setelah beberapa saat sebelumnya diguncang gempa dahsyat berkekuatan 9 SR.

Kini, 16 tahun berlalu, namun peristiwa yang begitu memilukan dan menyayat hati ini masih menyimpan luka mendalam bagi masyarakat Aceh.

Kolase sejumlah gambar situasi tsunami Aceh tahun 2004 lalu. Hari ini persis 16 tahun lalu.
Kolase sejumlah gambar situasi tsunami Aceh tahun 2004 lalu. Hari ini persis 16 tahun lalu. (Kolase Serambinews.com)

Tsunami yang terjadi di Aceh pada tahun 2004 ini merupakan bencana alam terbesar di Indonesia, sejak meletusnya Gunung Krakatau pada tahun 1883.

Lebih dari 132.000 jiwa dinyatakan meninggal dunia, 37.000 jiwa dinyatakan hilang, dan 572.000 jiwa kehilangan tempat tinggal, serta ratusan linier meter arsip hilang atau rusak.

Dalam waktu tujuh menit, kota-kota di sepanjang pesisir Aceh, termasuk Banda Aceh sebagai ibu kota provinsi, menjadi lautan yang dihiasi mayat dan puing-puing bangunan.

Namun butuh waktu lama untuk bisa memulihkan kembali kondisi daratan yang sudah disapu rata oleh gelombang tsunami.

Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved