Breaking News:

Ujaran Kebencian

Said Didu Minta Maaf Soal Cuitan Gebuk Islam, Muannas Alaidid: Mesti Ada Efek Jera untuk Pelajaran

Mantan Sekretaris BUMN Said Didu meminta maaf karena menyindir Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/LITA FEBRIANI
Said Didu seusai Diskusi Publik Pertamina Sumber Kekacauan, yang digelar oleh Indonesia Resources Studies (Iress) di Restoran Pulau Dua, Jakarta, Kamis (19/12/2019). 

Wawan menuturkan, Said Didu dinilai melakukan ujaran kebencian kepada Menteri Agama yang juga menjabat Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, melalui akun Twitter@msaid_didu.

"Kami telah melaporkan hari ini, hamdalah telah diterima Bareskrim."

"Kita melaporkan akun twitter yang bernama Muhammad Said Didu."

Baca juga: Lebih Murah dari Tempat Lain, Rapid Test Antigen di Terminal Kalideres Dibanderol Rp 150 Ribu

"Diduga akun isinya itu tentang pasal 28 ayat 2 dan pasal 287 KUHP tentang ujaran kebencian terkait SARA dan penghinaan terhadap penguasa," kata Wawan di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (23/12/2020).

Adapun isi cuitan Said Didu yang diduga menghina Gus Yaqut berbunyi 'Terima kasih atas penjelasan mas Qodari.

Akhirnya kami tahu bahwa Bpk Presiden inginkan Menag utk "menggebuk" islam. Sekali lagi terima kasih'.

Baca juga: DAFTAR Terbaru 60 Zona Merah Covid-19 di Indonesia: Jawa Tengah Masih Mendominasi, DKI Sumbang Dua

Menurutnya, unggahan itu dinilai tidak benar dan mengandung ujaran kebencian terhadap Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama yang dipilih oleh Jokowi.

"Sebenarnya Menteri Agamanya yang sekarang, Yaqut sendiri belum bekerja."

"Malah ketika beliau pertama kali pidato, bagaimana Umat Islam itu saling bersatu/guyub."

Baca juga: DAFTAR Terbaru 12 Zona Hijau Covid-19 di Indonesia: Cuma Ada di Papua, Sumatera Utara, dan Maluku

"Tapi sepertinya di akun Said Didu itu sudah menghukumi, menjustifikasi seakan-akan Menag ini untuk menggebuk Islam, padahal kan saya orang Islam," paparnya. (Ilham Rian Pratama)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved