Breaking News:

Ujaran Kebencian

Said Didu Minta Maaf Soal Cuitan Gebuk Islam, Muannas Alaidid: Mesti Ada Efek Jera untuk Pelajaran

Mantan Sekretaris BUMN Said Didu meminta maaf karena menyindir Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/LITA FEBRIANI
Said Didu seusai Diskusi Publik Pertamina Sumber Kekacauan, yang digelar oleh Indonesia Resources Studies (Iress) di Restoran Pulau Dua, Jakarta, Kamis (19/12/2019). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Mantan Sekretaris BUMN Said Didu meminta maaf karena menyindir Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Imbas sindirannya melalui akun Twitter-nya @msaid_didu tersebut, Said Didu dilaporkan ke polisi.

Meski begitu, Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid mengatakan, proses hukum terhadap Said Didu tidak boleh berhenti, meski ia telah menyampaikan permohonan maaf.

Baca juga: Lahan Markaz Syariah di Bogor Milik PTPN, FPI Mengaku Beli dari Petani, Diminta Segera Kembalikan

Soalnya, menurut Muannas, konten yang dimuat oleh Said Didu dalam cuitannya soal kalimat ‘gebuk’ Islam itu bermuatan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan).

Katanya, Said dapat dijerat Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 ayat 2 UU ITE, dengan ancaman 6 tahun penjara.

Muannas menjelaskan pasal itu bukan delik aduan, tapi delik umum.

Baca juga: UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia 24 Desember 2020: Pasien Positif Tambah 7.199 Jadi 692.838 Orang

"Dilaporkan atau tidak maupun dicabut atau tidak, wajib lanjut terus."

"Begitu juga bila ada permintaan maaf dari pelaku, tetap tidak mempengaruhi proses hukum."

"Apalagi permintaan maaf baru dilakukan, setelah gaduh dan ada pihak yang sudah melaporkan," kata Muannas kepada Tribunnews, Kamis (24/12/2020).

Baca juga: Said Didu Minta Maaf Soal Cuitannya di Twitter, Pelapor Pertimbangkan Cabut Laporan

Muannas menegaskan, proses pelaporan ke polisi mesti tetap dilakukan, supaya mantan pejabat negara merasa tak kebal hukum

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved