Virus Corona Kota Tangerang

Kapolrestro Tangerang Kota Takjub pada Penanganan Virus Corona di Kompleks Sekneg Pinang

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Sugeng Hariyanto, takjub pada pola penanganan pasien virus corona di Kompleks Sekneg Pinang.

Editor: Valentino Verry
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Sugeng Hariyanto. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Sugeng Hariyanto, takjub pada pola penanganan pasien virus corona di Kompleks Sekneg Pinang, Kota Tangerang.

Sebanyak 22 warga di RW 003 Kompleks Sekretariat Negara itu sempat terkonfirmasi positif Covid-19.

"Di sini sempat 22 orang yang terkena Covid-19. Tapi dalam dua minggu terakhir, angkanya per hari ini jadi sembilan (orang yang masih positif Covid-19)," kata Sugeng saat peluncuran Kampung Tangguh, Kamis (24/12/2020).

Sejumlah warga RW 003 Kompleks Sekretariat Negara yang berada di Pinang, Kota Tangerang, menjalani rapid test gratis di acara peluncuran Kampung Tangguh RW 003 Kompleks Sekretariat Negara, Kamis (24/12/2020).(DOK POLRES METRO TANGERANG KOTA)
Sejumlah warga RW 003 Kompleks Sekretariat Negara yang berada di Pinang, Kota Tangerang, menjalani rapid test gratis di acara peluncuran Kampung Tangguh RW 003 Kompleks Sekretariat Negara, Kamis (24/12/2020).(DOK POLRES METRO TANGERANG KOTA) (Kompas.com)

Sugeng berujar, kebanyakan warga di sana terinfeksi virus SARS-CoV-2 dari lingkungan kerja mereka.

"Masyarakat di sini cenderung bekerja di Jakarta. Hampir sebagian pegawai (Kementerian) Sekretariat Negara RI. Kondisi seperti itulah yang menyebabkan warga terdampak Covid-19," ujarnya.

Ketua RW 003, Erik Sihabuddin, juga menyampaikan hal serupa. Menurutnya, warganya tertular Covid-19 saat bekerja.

"Kebanyakan transfer virus. Ada yang kerja di Jakarta, di luar Jakarta juga ada, Cikampek sama Karawang," ujarnya.

Menurut Erik, warganya melaksanakan imbauan pemerintah untuk selalu disiplin menerapkan protokol 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Kedisiplinan tersebut membuahkan hasil, yakni penurunan kasus Covid-19 di RW 003. Erik bercerita, warga di RW 003 kerap memberikan makanan bergizi kepada tetangga mereka yang terinfeksi SARS-CoV-2.

Menurut Erik, tidak ada warga positif Covid-19 yang dikucilkan di sana.

Ilustrasi ciri pasien Covid-19, yakni jari kaki berubah menjadi ungu.
Ilustrasi ciri pasien Covid-19, yakni jari kaki berubah menjadi ungu. (dailymail)

"Dari 22 (warga yang positif Covid-19) itu, sebagian kecil kan ada yang isolasi mandiri. Nah, tetangga sekitarnya sering sekali memberikan makanan, terutama makanan bergizi," kata Erik.

Dari 22 warga RW 003 yang positif Covid-19, kata Erik, 13 orang sudah sembuh dan sudah kembali beraktivitas.

"Sudah ke warung atau ke masjid juga mereka (13 orang yang sudah sembuh)," ujarnya.

Sementara itu, beberapa warga yang masih positif Covid-19 diisolasi di fasilitas isolasi mandiri.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved